Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya
Kata-katanya menusuk, diarahkan langsung pada wanita di hadapannya yang tampak membeku di tempat.
"Bukankah aku sudah sering memperingatkan? Jangan pernah berinteraksi, apalagi mencoba menemui istriku atau putraku." Suara itu kembali terdengar, kini lebih tegas. Sadewa mengingatkan sesuatu yang pernah ia katakan sebelumnya. Bagas pun tahu, ucapan itu bukanlah omong kosong. Ia ingat jelas, larangan dan peringatan itu pernah terjadi. Sadewa memang pernah memperingatkan Mama, bahkan mengancam agar jangan sekali-kali muncul di hadapannya—terutama di hadapan Alika dan Langit.
Bagas menggenggam erat telapak tangannya, menahan gejolak amarah yang membuncah dalam dada. Rasa sakit itu semakin menusuk
Hot Chapters