Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu
Dokter yang menanganiku itu mencoba memberi kekuatan dengan menepuk bahu perlahan.
"Kau harus tenang, masih ada beberapa orang yang sembuh dari penyakit mematikan ini. Yang penting kamu harus optimis, bangunlah sebuah tujuan kenapa kamu harus sembuh. Semoga dengan tujuan itu, kamu dapat benar-benar sembuh dari penyakit ini."
Aku tak dapat berkata, sesak terasa di dada. Belum cukup juakah cobaan yang kuhadapi? Mengapa Kau coba aku kembali ya Allah, aku merasa takkan mampu melewatinya.