Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku
"Di masa itu, aku sudah perlahan melupakan rasa sukaku padamu."
"Sekarang, aku nggak bisa menemukannya lagi."
Jari-jari Farel mencengkeram setir dengan erat sampai pucat.
Dia bertanya dengan suara gemetar, "Alisa, aku bukan dewa. Aku memang bersalah, tapi … apa aku nggak boleh salah sekali pun?"
"Apa kesalahanku berarti aku harus kehilanganmu selamanya?"
Alisa menatapnya, matanya melengkung seperti senyum, tetapi dingin. "Ya," jawab Alisa.
Hot Chapters