Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sekretarisku Jilbaber

Sekretarisku Jilbaber

Benar kata orang-orang suamiku ini begitu tampan dan rupawan, berbanding terbalik dengan sikapnya yang dingin waktu itu, aku tidak menyangka aku bisa memilikinya. Tiba-tiba Mas Damar membuka matanya. “Selamat pagi istriku,” ucapnya mesra, rasanya aku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. “Assalamualaikum, selamat pagi juga suamiku,” sambutku. “Wa’alaikumsalam, kok kamu gak bangunin aku?” ucapnya lagi. “Aku juga baru bangun kok." "Tadi kamu mandangin aku ya?" tanya Pak Damar. Aku segera bangun. "Tidak kok, aku tidak menatap, Mas, aku kan sudah bilang aku baru saja bangun," ucapku berdalih.
9.8167.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Tiba-Tiba Dimadu

Tiba-Tiba Dimadu

bisiknya lalu mencium pipiku dengan lembut. "Aku juga Mas, terima kasih untuk selalu ada buat aku." Begitulah malam itu berlalu dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. ** Keesokan paginya kutemui suamiku di meja makan, ia sudah terlihat sangat rapi dan tampan sekali. "Lihat sejak hamil, aku tidak pernah mendapatimu bangun lebih cepat," protesnya. "Aku kelelahan sekali, mas."
1060.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai selamat pagi suamiku
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Kiky
endingnya sangat mengecewakan..! padahal secara jelas udah kentara banget kamu itu cuma cadangan Jannah..! seandainya aib nya angel gak ketahuan, gak akan mungkin Rafiq mau nyariin kamu.. ini malah balikan lg ma Rafiq.. astaga harga diri wanita di novel² skrng pada gak ada ya...??
anne annisa
versi disini berakhir indah buat jannah. makasih thor udah kasih ending yg lbh baik buat rafiq dan jannah. dulu waktu baca di inn****sama kabeem, sumpah aku pengen protes. gitu amat nasib jannah maupun rafiq. sukses selalu buat author. tetap semangat untuk berkarya.
Baca Semua Ulasan
DIKIRA MENANTU MISKIN

DIKIRA MENANTU MISKIN

Suamiku melambaikan tangan di depan wajahku, mencoba menarik perhatianku. “Eh, um ... ada apa, Bang?” tanyaku gugup, entah kenapa aku jadi salah tingkah. Suamiku sekarang berdiri di hadapanku, tersenyum manis. “Hanza sayang, matahari sudah mau terbit. Kamu sudah salat subuh belum?” “Jam berapa sekarang, Bang?” tanyaku kaget, sadar bahwa aku mungkin melewatkan waktu salat.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!

Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!

Melihat istrinya sudah terduduk di atas ranjang dengan selimut menutupi setengah dada, seulas senyum hangat yang mematikan langsung terbit di wajah Rangga. "Sudah bangun, Sayang?" sapa Rangga dengan suara baritonnya yang lembut, memecah keheningan pagi. Tidak ada lagi nada dingin atau mengintimidasi seperti semalam. Yang ada hanyalah kelembutan seorang suami.
9.3120.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Bibir melekuk senyum menatap wajah suami yang terlelap di sisi, mengulurkan tangan perlahan mengusap wajahnya tampannya yang membuat diri ini selalu mendamba. Cup! Kudaratkan bibir di kening sang pemilik rahang tegas, membalas pelukannya hingga kembali terlelap dalam dada bidangnya. “Maaf ya, Sayang. Semalam Mas pulang telat. Ada masalah sedikit di kantor, tapi sekarang sudah clear alhamdulillah!” ucap suami seraya menarik kursi meja makan saat kami hendak sarapan.
10183.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Istri Presdir yang Hilang

Istri Presdir yang Hilang

"Selamat pagi, Sayang. Apakah tidurmu nyenyak?" sapa Edmund begitu Alice membuka mata. Melihat wajah cerah sang suami, Alice tersenyum kecil. "Pagi, Ed. Kau tampak bersemangat sekali hari ini. Apakah kau sama sekali tidak lelah?" Edmund menggeleng sigap. "Sama sekali tidak. Aku justru merasa sangat segar."
9.723.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 611 kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Uang yang Disembunyikan Suami

Uang yang Disembunyikan Suami

ujarku. "Salah? Aku ingin mengucapkan selamat pagi pada calon suamiku tercinta. Oh, iya ... mulai besok aku sudah bisa masuk kantor. Aku, tuh seneng banget tahu enggak?" Puspa tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa.
1038.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 837 kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Dia Juga Suamiku

Dia Juga Suamiku

Dimas adalah suami yang paling cepat tanggap, melihat ekspresi Sarah, membuatnya langsung mengerti, ia tahu, Sarah tidak memiliki keberanian untuk menolak Mamanya. "Ma, biar kami saja yang datang mengunjungi Papa dan Mama, lagian Mama dan Papa juga sibuk, Sarah juga sibuk, jadi kasihan Mama, lebih baik Mama gunakan waktu Mama untuk menikmati hidup," ucap Dimas. Dimas merupakan anak kesayangan di keluarganya, jadi apapun yang dikatakan Dimas, akan selalu dituruti oleh Mamanya. "Ya sudah, deh. Mama hanya bisa nurut apa kata kamu, tapi kalian harus janji, kalian harus segera memberikan Papa dan Mama cucu."
8.75.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Budak (Iparku Ternyata Selingkuhan Suamiku)

Aku Bukan Budak (Iparku Ternyata Selingkuhan Suamiku)

Assalamualaikum, Suamiku. Kamu apa kabar hari ini? Aku harap kamu sehat dan baik-baik saja. Mungkin saja saat kamu menemukan surat ini dan membacanya, aku sudah tidak ada di dunia ini. Maafkan aku, Sayang, jika aku harus pergi lebih dulu. Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku untuk menua bersamamu. Tapi, aku sama sekali tidak menyesal telah menikah denganmu. Kamu laki-laki sholeh dan baik. Aku sangat bersyukur karena mendapatkan suami seperti kamu.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Pria Incaran Sahabatku itu, Suamiku

Pria Incaran Sahabatku itu, Suamiku

Lepaskan dan hempaskan! Aku meminjamkan mata saya menunggu pagi. Menunggu terbitnya matahari dan menggawangi kepulangan suamiku. Saat itulah aku tidak akan banyak bicara, kalau dia tidak melakukannya pasti Mas kalian akan mencari bukti untuk membuatku percaya. Ya, aku tidak perlu repot-repot, untuk melakukan hal itu lagi. Cari bukti yang aku rasa seharusnya Mas Lian yang melakukannya. Sekitar pukul 05.00 subuh, aku terbangun dan salat dua rakaat. Sesungguhnya nikmat inilah yang kurasakan, senang dan tidak ada pikiran macam-macam.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai selamat pagi suamiku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status