Tiba-Tiba Dimadu
jawabku yang kemudian membuang tatapan ke luar sana dengan air mata yang tanpa henti meleleh di pipi.
Entah apa aku depresi atau memang sudah gila, ataukah ini hanya gambaran dari rasa cinta yang dulu pernah begitu membuatku bahagia dan tanpa membutuhkan waktu lama hubungan kami retak tanpa bisa dicegah.
"Ah, Tuhan ...." Aku mendesah lalu menangis sesenggukan.
Supir yang melihatku dari spionnya hanya berkata, "Yang sabar ya, Mbak, apapun masalah Mbak semoga Allah segera mengangkatnya."
ตอนยอดนิยม