Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Dambaan Sang Billionaire

Wanita Dambaan Sang Billionaire

sapanya sopan, menyunggingkan senyum yang nyaris tidak bercela. Wanita tua itu mengernyit sedikit, mengendus udara seolah mencoba menangkap sesuatu. “Kau tahu, belakangan ini lorong ini bau sekali. Seperti sesuatu yang membusuk… Apa kau tidak mencium baunya?” Stevan tertawa kecil, mengusap tengkuknya dengan ekspresi malu-malu. “Maaf, mungkin itu dari apartemenku. Aku jarang membersihkannya akhir-akhir ini.”
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 516 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Kuhidupi Suamiku Dan Keluarganya

Kuhidupi Suamiku Dan Keluarganya

Bau asem, Mas Erlan membuat candu kali ini. "Mas, mandi dulu, sana. Bau asem," ucapku. "Wangi, kok." Mas Erlan mencoba menciumi tubuhnya sendiri. Apa aku baru sadar, selama ini aku selalu merasa suamiku bau. Sudah mandi pun masih saja terasa kurang wangi. Ternyata, ini bawaan sang jabang bayi. "Ya ,sudah, Mas mandi dulu. Awas aja kalau aku masih dibilang bau." Walau kesal, dia gegas ke kamar mandi.
1064.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Kutukan Wasiat Kakek

Kutukan Wasiat Kakek

“Itu hanya usaha mereka untuk mengganggu. Teruskan doanya!” Narendra mencoba melanjutkan, tetapi konsentrasinya buyar ketika aroma busuk mulai menyebar di ruangan. Bau itu begitu menyengat, seperti bangkai yang sudah lama membusuk, bercampur dengan hawa panas yang seolah berasal dari api. “Ya Allah ...,” gumam seorang perempuan tua sambil memegang hidungnya. “Bau ini seperti berasal dari neraka.”
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Masakanku Tak Lagi Dimakan

Masakanku Tak Lagi Dimakan

Wanita itu melakukan hal yang sama denganku untuk mengurangi bau yang tidak enak itu masuk ke dalam rongga hidungnya. "Tadi Bapak buru-buru karena sudah terlambat, jadi tidak sempat memperhatikan. Kalau bau sih, memang sudah ada. Bapak kira berasal dari got di depan sana." Pak Majid mengibaskan telapak tangannya di depan wajahnya. "Siapa sih yang tega melakukan ini, Bu? Perasaan kita tidak punya musuh," tanya Bu Ita sambil mendekat ke arahku.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Satu Bintang (Bahasa Malaysia)

Satu Bintang (Bahasa Malaysia)

Yoon He bersuara lantang. Ada bau puntianak dalam kelas ni...ada bau seseorang...aku dapat bau dan bau ni amat berbeza dengan bau minyak wangi biasa. Kenapa hidung aku dapat mengesan bau ni? Hidung aku dah tersilap saraf ke? Yoon He tolong aku, bau ni sangat pelik dan meloyakan aku!
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Parfum Pemikat Wanita

Parfum Pemikat Wanita

Badru mencium bau badannya sendiri, karena merasa tak nyaman dengan keringat sebanyak itu. 'Ukh... Semoga gak ada yang liat celana ku. Tambah lagi keringet bikin badan makin bau,' batin Badru berharap tak ada orang di sekitarnya. Setiap kali ia melangkah, rasa "sesak" di celananya membuat ia harus berjalan mengangkang, persis seperti orang yang baru selesai disunat. Badru berusaha membuang bayangan daster bunga-bunga yang ketat itu dari kepalanya, tapi gagal total.
1016.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Kenapa? Ini bukan jam tidur lagi kan?" "Bukan masalah jam, Bu. Tapi masalah sterilitas," jawab Rina dingin. Dia menunjuk bajuku. "Ibu bau bawang." Aku ternganga. "Hah? Bawang?" "Iya. Bau dapur. Bau telur. Bau amis," jelas Rina, mengibaskan tangannya di depan hidung seolah aku adalah tumpukan sampah berjalan. "Sangat menyengat, Bu."
9.472.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Nyaris membuat hidungku tanggal saking santernya itu bau. Jika kalian pernah melewati bak sampah, maka busuknya itu beratus-ratus kali lipat dari bau sampah. Mungkin kalian menebak bau yang kuhidu adalah bau bangkai. Kalian salah. Ini bukan bau bangkai. Bau jigong? Bukan, Bambang! Lalu bau apa? Ini semacam bau bangkai. Izinkan aku memutar bulu hidung. Baunya benar-benar sangat busuk. Seperti bangkai tikus yang terjepit di plafon rumah. Membuat kepala pening bin sakit.
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Jatah Malam Untuk Nyonya

Jatah Malam Untuk Nyonya

Laki-laki itu menarik napas dalam-dalam, mengendus kulit Selin layaknya anjing pelacak yang mencium bau darah dari musuhnya. "Wangi *sandalwood*. Sabun mandi organik. Dan... bau keringat laki-laki bangsat yang bukan keringatku," desis Bayu di telinga Selin, membuat darah di sekujur tubuh wanita itu seketika membeku.
10129.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

Setidaknya dengan menangis aku akan merasa lega nanti. Usapan lembut di pucuk kepalaku pun aku dapatkan. Aku tahu, aku sekarang bukan di dekapan Gelang, Rai atau pun Kelam. Wangi tubuh yang tengah merengkuhku berbeda. Jika Gelang akan berbau permen karet, Rai berbau stroberi, dan Kelam berbau mint. Sekarang yang kurasakan adalah bau pinus bercampur kayu manis. Begitu menenangkan. "Anjir Vino gercep cok!"
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai selangkangan bau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status