Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GAIRAH LIAR IBU TIRIKU

GAIRAH LIAR IBU TIRIKU

Selimut tebal warna putih membalut tubuh polosnya sampai ke bahu. Rasa sakit masih dirinya rasakan pada area intimnya. Brengsek! Entah berapa kali Ernez menyiksanya semalam. Pria itu sangat buas dan liar. Ia meremas selimut penuh kemurkaan atas perbuatan asisten sialan itu padanya.
1052.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

Dengan kasar Lestari, mendorong pintu kamar senior. Lestari langsung menghampiri Kevin dan mencekiknya begitu keras. Entah bagaimana bisa kuku panjang itu tumbuh begitu cepat pada Lestari. Terlihat leher Kevin yang sudah mulai tergores dan berdarah.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Setelah makanan datang, Mas Daffa meracikkan sotoku. "Koyanya cukup satu sendok, kecap nya yang banyak karena kamu suka manis, lalu sambalnya sedikit saja mengingat kamu sedang hamil, dan untuk jeruknya kamu kira-kira sendiri." Mas Daffa mendekatkan sotoku dan jeruk nipis yang sudah dia iris. "Kamu masih ingat saja Mas." Kataku dengan tersenyum. "Apapun tentangmu sudah tertulis di hatiku Mel jadi aku nggak akan lupa."
1032.1K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

"Jangan banyak berpikir, kamu bisa makan makanan rumahmu nanti malam sebaiknya sekarang kamu makan yang ada setelah itu minum obat kemudian kamu bisa istirahat ataupun pulang aku tidak perduli yang terpenting aku melihat dengan mataku sendiri kamu memasukkan makanan ke perutmu." Di bawah pengawasan Zumi Laiba mengambil suapan kecil, sepotong daging itu masuk ke mulutnya dengan perlahan akan tetapi hanya mengunyahnya saja Laiba langsung kembali mual. Laiba berlari ke kamar mandi lagi dan kembali setelah mengeluarkan sedikit cairan asam. "Apakah dagingnya bermasalah?" gumam Zumi pelan berpikir keras kemudian mengambil suapan untuk dirinya sendiri. "Dagingnya enak," ucap Zumi sambil mengunyah.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Suami Tampan Tapi Pelit

Suami Tampan Tapi Pelit

Sebuah pesan masuk dari Rina. "Gimana seminar tadi? Masih kepikiran Ardi?" Luna tersenyum sebelum membalas. "Seminarnya lancar. Aku lihat Ardi tadi, dia sudah bersama seseorang. Dan aku… aku baik-baik saja, Rin. Aku benar-benar sudah move on." Rina membalas dengan cepat. "Akhirnya! Aku bangga sama kamu, Lu! Sekarang waktunya kamu menikmati hidup tanpa beban masa lalu."
905 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

omel Elisabet. "Biar semangat, Ma...." Gemetaran, gigiku beradu. Aku duduk di meja makan dengan selimut tebal membungkus sekujur tubuh. "Nih, minum." Elisabet meletakkan gelas belimbing di depanku. Uap tipis menguar dari isinya. Aku meminum air jahe buatan Elisabet. Hangat. Hidungku juga langsung lega.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 339 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Saat gerbang dibuka, Yura langsung masuk ke dalam dan menutup gerbang. Yura dan Tisha duduk di kursi tamu yang ada di teras rumah itu. Tisha tampak memakan cemilan yang dibawakan Yura. Yura terus menatap gelang yang terpasang di tangan kiri Tisha. Ia berdiri dari kursi tempat ia duduk dan mendekati Tisha. Dengan perlahan ia mendekati pergelangan tangan Tisha. Ia menempelkan tangannya ke tangan Tisha. Magnet yang menjadi hiasan gelang itu menempel dan membentuk sebuah huruf T yang berarti inisial Tisha.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
KEMELUT CINTA

KEMELUT CINTA

Pada bagian depan kotak susu itu ada secarik Post It kecil. Nanti malam kita makan di Fun and Food. Tulisnya. Aku tersenyum senang. Tentu saja aku mau diajak makan malam ke sana. Fun and Food adalah cafe baru yang menyediakan pizza dan es krim. Dan aku belum pernah makan pizza. "Terima kasih," ucapku tulus. "Untuk apa?" "Untuk semuanya."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Memastikan kain tebal ini, juga menangkup ujung kaki yang memutih. Tiba-tiba Mas Farhan menarikku ke dalam gelungan selimut tebal ini. Melingkarkan tangan seraya berbisik, "Selimut saja mana cukup, Dek. Begini baru terasa hangat." Dia mengetatkan pelukan, hangat tidak hanya mulai merambah di kulit, tetapi juga merasuk ke dalam hati ini. Senyum tercipta dengan sendirinya, bersamaan dengan napas hangat yang menerpa pada wajahku.
1037.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
Melupa Rasa

Melupa Rasa

"Kemana lagi? Ke kantin dong! Aku lapar!" Ya, kedatangan pria itu, yang ia ketahui bernama Abimana Hattala, seakan langsung menghisap habis energinya dalam pandangan pertama ia kembali melihatnya setelah hampir 8 tahun. Ia pikir ia akan cukup kuat untuk menghadapi takdir yang menyebalkan ini. Ketika pertama kali Deana heboh bercerita padanya bahwa kampus mereka akan kedatangan dosen baru, bergelar doktor dari NTU di Singapura. Seorang dosen muda dan tampan. Dan berdasarkan informasi yang diam-diam mereka korek dari kenalan mereka yang bekerja sebagai salah satu staf administrasi yang bekerja di biro rektorat dan akan bertugas untuk menjemputnya langsung di bandara, kak Bima, calon dosen mu
108.7K viewsOn holdAdded to Library 243 Times as selimut tipis hangat
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status