Tak Semanis Madu
Kubuka gawai dan kukirim pesan pada Abi yang saat ini sedang menatapku, mengedipkan satu matanya, seolah menggodaku.
Bella: [Apa maksudmu?]
Abi: [Suamimu pulang, jangan marah-marah, sambutlah dengan hangat.]
Aku berdecak membaca pesan itu. Kumasukkan kembali ponsel lalu kembali kuikuti seminar sesi terakhir. Sekarang giliran Abimana yang memberikan materi. Aku tetap mengikuti dan bersikap profesional. Walau sesekali Abi mengerjai dengan melempar pertanyaan-pertanyaan sulit padaku, tapi aku tetap berusaha menjawabnya tanpa emosi, karena aku sadar ini bukan di rumah yang biasa kami gunakan untuk berdebat dan mengolok satu sama lain.
인기 회차