Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Buka Hatimu, Untukku!

Buka Hatimu, Untukku!

tanya Setaria membuyarkan lamunan Sema. “Belum tante, mungkin masih belum selesai, “ ujar Sema tersenyum kikuk lalu dengan cepat menyimpan kembali bingkai foto yang di pegangnya. Sedang Setaria tersenyum penuh makna. “Apa kamu bisa naik ke atas dan memanggil Caena?” tawar Setaria dengan wajah yang berpura-pura polos. Namun hatinya begitu di penuhi dengan tipu muslihat.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as semata wayang
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

-nya para wali maupun tokoh penyebar Islam awal yang seterusnya dilanjutkan oleh raja-raja kesultanan Mataram, Cirebon, Banten, dan kesultanan lain di Nusantara, sebelum badai penjajahan kolonial merusak warisan itu semua hingga terpecah-pecah dan berkeping-keping entah kemana. Dari rangkaian pengelanaan ke jurusan lain ini, kesadaran saya benar-benar terentak-entak saat seorang pakar legendaris kesusasteraan Jawa tanpa tanding bernama Zoetmulder itu dalam sebuah tulisannya yang jarang dibaca, “ The Wajang as Philosophical Themes”(1971) mengatakan, bahwa Wayang bukan saja ia selaras dengan nilai-nilai moral kebaikan Islam, melainkan Wayang Kulit Purwa itu (yang ceritanya telah digubah secara
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as semata wayang
Read
+Library
Cinta Diamnya Sang CEO

Cinta Diamnya Sang CEO

Justin datang dengan sendirinya menemui Amira. Yang siang itu panas terik menyambangi Semarang dan sampai kapanpun Semarang dengan cargon ‘neraka bocor’ memang selalu melekat tanpa bisa dipisahkan. Bak perangko dan kertas surat yang selalu bersama. Semarang dan udara panasnya adalah perpaduan yang syahdu bak nyanyian pasangan kasmaran.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as semata wayang
Read
+Library
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

Tapi, Arjuna menyukai setiap tindakan yang di lakukan wanita di hadapannya itu. Mila memesan banyak makanan tradisional khas Semarang. Mulai dari: Garag Asem, tahu gimbal, bandeng presto, lumpia dan terakhir es teh. Arjuna tampak tak yakin Mila akan bisa menghabiskan semua pesanannya.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as semata wayang
Read
+Library
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

“Sekarang masih ada yang nonton wayang golek?” "Ada dong, Pak,” jawab Nawang antusias. “Biasanya di saung atau teater khusus wayang di Jawa Barat. Kadang juga di Museum Wayang Jakarta. Kalau sedang tidak bisa datang langsung, kami biasanya menonton lewat live streaming di YouTube, atau mencari jadwal pertunjukan di acara adat dan festival budaya.” Pak Bambang tersenyum lebar. Matanya berbinar.
1019.0K viewsOngoingAdded to Library 589 Times as semata wayang
Read
+Library
Surga Semalam

Surga Semalam

** Malam ini, Windy duduk di sofa dan menonton video kompetisi yang diberikan Yana kepadanya. Dia benar-benar tercengang melihat kalau dia masuk sepuluh besar dan jadi sangat populer. "Windy, daging sapi pedasnya sangat lezat!" Mulut Yana dilapisi dengan lapisan minyak. Meskipun Windy telah menyalakan tudung saat dia memasak, ruangan itu sekarang dipenuhi dengan aroma yang kuat. Dendeng daging sapi berkualitas tinggi ditutupi dengan taburan biji wijen, dengan bubuk cabai, lada Sichuan, dan bahan-bahan lainnya. Itu membuat orang ingin menggalinya dengan jari-jari mereka!
1052.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as semata wayang
Read
+Library
Suami Sementara

Suami Sementara

"Apa salahnya? Itu hanya bentuk ucapan selamat." "Bentuk ucapan selamat yang meniru budaya Barat, dalam agama kita sentuhan sangat dibatasi. Haram bersentuhan dengan selain mahram." "Tapi saat bersentuhan kan tidak menimbulkan perasaan apa-apa?" Raihan berusaha mencari dalih. "Mungkin bagi mas yang nggak apa- apa, tak ada jaminan bagi orang yang memeluk mas. Pokoknya tidak ada toleransi soal itu." Wajah Via mulai cemberut.
1017.7K viewsOngoingAdded to Library 478 Times as semata wayang
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Saras tersenyum dan memegang tangan Munifah, ia bahagia walau cuman sebentar ketemu dengan sahabat karibnya. "Gimana, aku pesankan tiket pesawat ya?" tanya Munifah. "Iya," jawab Saras, "aku mau penerbangan ke Semarang," imbuhnya. "Apa kau akan tinggal di sana?" "Tidak tahu, mungkin aku akan jelajah kota Jawa Tengah hingga ketemu tempat yang nyaman untukku." "Kau memang pemberani, aku kagum dan salut padamu."
106.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as semata wayang
Read
+Library
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

Ini adalah minuman kesayangannya, tapi sepadan jika ditukar dengan kenikmatan yang akan didapat dari gadis itu. Di geladak utama, bagian depan. "Mari kita minum sampai mabuk. Bukankah ini harus dirayakan? Apa yang akan kita jual ke ibukota kali ini, pasti menjadi yang termahal dari apa yang pernah kita jual," ujar Pan, sambil meletakkan kendi itu di atas meja. Tuan Mo dan Chan, yang awalnya sedang bermain kartu langsung tersenyum lebar saat melihat kendi-kendi itu.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as semata wayang
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

jawab Huo Mian. “Dia tidak dihitung sebagai pacar, lebih seperti teman dengan manfaat. Wanita-wanita itu semuanya murah dan tercela, berkencan dengan saya untuk uang saya dan bukan untuk saya. Saya jelas tidak bisa setia kepada mereka. Tapi kamu berbeda, aku sudah menyukaimu sejak SMA. Huo Mian, beri aku kesempatan, dan aku akan baik padamu. Saya tidak hanya bermain-main, kita bisa bertunangan sekarang dan menikah dalam waktu satu bulan. Setelah kita menikah, aku akan membelikanmu rumah dan mobil, dan membiarkanmu hidup dengan nyaman. Aku akan merawat ibu dan saudaramu selamanya juga.”
104.3K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as semata wayang
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status