Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HASRAT LIAR SUAMI DUDA

HASRAT LIAR SUAMI DUDA

Flora membenamkan dirinya dalam pelukan Reno. “Kita sampai malam disini hingga malam , lampu-lampu dari museum Louvre mulai hidup, cahaya lamu yang berwarna jingga membuat seluruh tempat ini indah dan eksotik. Kita juga bisa melihat lampu menara Eiffel dari kejauhan.” bisik Reno. “Kita makan malam dulu. Aku tahu tempat yang asyik banget.” katanya.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

ucap Rumi. Gerta yang sudah dibuat terpesona langsung melangkah masuk memanjakan matanya untuk melihat lampu-lampu hias yang indah tersebut. “Wah, tempatnya lansung jadi indah kalau lampunya nyala semua,” lirihnya terpesona. Matanya tampak berbinar oleh terang lampu indah itu. Membuat wajah cantiknya semakin bersinar di antara lampu-lampu hias itu. Rumi mengikuti Gerta dengan tatapan tidak kalah terpesona melihat kecantikan Gerta di antara lampu-lampu hias yang menyala itu.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
CERMIN GERBANG CINTA

CERMIN GERBANG CINTA

“Langsung bayar ya, Pak, ditambah uang deposit. Nanti check out, jika ada tambahan akan dipotong dari uang deposit. Setelah kunci diserahkan kembali, depositnya juga akan dikembalikan. Sisanya. “Ohya, Pak, Bu, sekedar informasi, tolong jangan berkeliaran malam-malam daerah sini, terutama di tempat yang gelap. Katanya ada orang gila yang membunuh siapa saja ditemui. “Karena itu kami menyalakan lampu terang benderang begini. Kalau mau yang remang-remang yah harus pesan kamar,” kata resepsionis sambil cekikikan. Harry hanya mengangguk dan menuju tangga ke lantai dua, tempat kamar itu berada. Dia masih belum melepaskan tangannya dari bahu Momo. Setelah masuk ke kamar dan menguncinya, barulah dia
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

Cahaya lampu di langit-langit memancar lembut, membuat kulitnya terlihat keemasan. Lucan mendongak. Matanya terpaku pada lampu yang menggantung. “Cahaya ini… begitu terang,” bisiknya. Tangannya perlahan terangkat, hampir menyentuh bola lampu itu. “Tapi tidak seterang Lumeris…” ZZZTTTTT! Cahaya lampu tiba-tiba bergetar. Sedikit percikan listrik muncul — halus, tapi cukup untuk membuat udara berdenyut sesaat.
10693 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
My Light

My Light

Namun, sudah terbilang hampir—bukan? Rafan hanya berdeham, kembali memberi kecupan—tanda di leher jenjang Asya, dan semakin menyentuhnya. Asya kembali merona, efek sentuhan. Jantungnya, berdegup kencang. Mengira kali ini, Rafan akan berbuat lebih! Nyatanya—tidak, Asya bisa bernapas lega. "Kau berpikir yang tidak-tidak ya?" bisik Rafan, sembari menatap Asya yang memilih membelakanginya.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Mereka membentuk kelompok mereka sendiri dan tidak pernah menyentuh satu sama lain. Fane melihat ke kiri dan memperhatikan bahwa itu diterangi dengan nuansa paralel hitam dan hijau. Di depannya ada lampu merah, lampu oranye, dan lampu ungu. Lampunya tidak terlalu terang dan memiliki efek menenangkan karena menyinari semuanya. Itu tampaknya bahkan menenangkan jiwa mereka, yang mengejutkan semua orang yang memasuki Kota Matahari Hitam. Itu jauh berbeda dari yang mereka harapkan.
9.17.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201.6K kali sebagai sentir lampu
Tampilkan Ulasan (2320)
Baca
+Pustaka
Feeryal Faris
novel yang menarik tetapi entah kenapa penulis gagal meneruskan jalan ceritanya. sepatutnya jika perlu menamatkan ceritanya, harus diakhiri dengan kembalinya watak utama kepada keluarganya. persoalannya sekarang bagaimana situasi ahli keluarga watak utama terutamanya isteri dan anaknya??
Adriell Stanley
jalan cerita sangat baik cuma bab tamatnya sangat tak masuk akal...banyak persoalan² tak dapat di jawab di bab akhir.sangat kecewa tamat begitu saja.sekurang²nya biar la si fane merasa kebahagian yang tak terbatas diatas kepenatannya menuju ke pejuang no satu .
Baca Semua Ulasan
Gairah Membara Paman Tunanganku

Gairah Membara Paman Tunanganku

Aroma manis gula kapas dan karamel sudah tercium olehnya. Lampu-lampu kecil menghiasi di sepanjang jalur, berkilauan indah seperti bintang di langit. Serena memandaangi semuanya dalam diam, ia kagum. Ini pertama kali dirinya ke sini. Ah, tidak, Serena ingat pernah sekali bersama orang tuanya dulu. Tempat ini begitu luas. Bianglala besar menjulang tinggi dengan lampu putih keemasan. Komidi putar klasik berwarna merah emas berputar tanpa penumpang. Tak lupa musik instrumental yang terdengar dari pengeras suara.
1072.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian di Kota Hema

Misteri Kematian di Kota Hema

Tetapi, rasa keinginan tahu nya semakin menggebu. Cahaya dari lampu senter langsung menyorot ke arah sesuatu di dalam air. JRENGG!!!
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

“Aku males banget pergi ke Bandung!” Selina bergumam sendiri lalu memandang lampu yang bergantung di atasnya. Lampu hias desain Adam yang mirip lampu khas Maroko. Kerlap-kerlipnya seperti cahaya bintang di langit saat malam menjelang. Adam khusus membuatkan untuknya. “Kamu ibarat lampu yang indah, tak mungkin aku menggapainya apalagi merengkuhnya,” Selina bersenandika.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 558 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
Istri Buta sang Penguasa itu Ternyata

Istri Buta sang Penguasa itu Ternyata

Lila merasa keadaan lucas sedang tidak baik-baik saja. “Aku yakin kau menyadari sesuatu tentangku…” balas Lucas. menenggelamkan wajahnya di dada Lila. Menghirup aroma Lila yang menenangkan. “Aku hanya sadar saat kita bercinta. Kamu selalu mematikan semua lampu. Kamu tidak membiarkan ruangan terkena cahaya. Aku pikir itu hanya kebiasaan tanpa sebab. Tapi hari ini. kita ketiduran dengan lampu yang menyala.”
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai sentir lampu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status