My Light
Namun, sudah terbilang hampir—bukan?
Rafan hanya berdeham, kembali memberi kecupan—tanda di leher jenjang Asya, dan semakin menyentuhnya.
Asya kembali merona, efek sentuhan. Jantungnya, berdegup kencang. Mengira kali ini, Rafan akan berbuat lebih! Nyatanya—tidak, Asya bisa bernapas lega.
"Kau berpikir yang tidak-tidak ya?" bisik Rafan, sembari menatap Asya yang memilih membelakanginya.
Bab Populer