Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidup Seorang Wanita

Hidup Seorang Wanita

ucap Ardi dengan senyum mengejek lalu pergi meninggalkan meja makan. Tangan wanita yang lentik dan mulus itu bergetar saat membersihkan tumpahn susu di meja, tak terasa bulir-bulir air tumpah dari ke dua mata bulat dengan kantung mata yang terlihat mengelilinginya. Ada sesak menyeruak di dadanya. “Mama jangan menagis.” Tangan kecil Nathan terulur memegang tangan ibunya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Kontrak Rahasia: Melahirkan Putra Tuan Presdir

Kontrak Rahasia: Melahirkan Putra Tuan Presdir

“Tapi menurutku, semua wanita seharusnya punya sisi keibuan. Well, ada satu dua case yang mungkin nggak bisa disamaratakan.” Irene teringat Sarah, yang bisa dikatakan tidak menjadi ibu yang baik bagi Aldrich. Dan mungkin ada banyak ibu di luar sana yang tidak memperlakukan anak mereka selayaknya. Begitu juga dengan Giana. Walau tidak tahu cerita lengkap kehidupan Giana, Irene tahu sahabatnya itu tidak mendapatkan gambaran mengenai sosok seorang ibu. Yang berperan penuh dalam kehidupan Giana hanyalah sang kakek.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Ibu Susu

Hanya Sebatas Ibu Susu

"Marissa, kamu harus belajar menjadi ibu yang baik. Farrel membutuhkanmu, dan kamu tidak bisa menyerahkan semua tanggung jawab kepada orang lain." Marissa mengangguk, tapi tidak ada ekspresi penyesalan di wajahnya. Mama Vina merasa bahwa Marissa tidak peduli dengan nasihatnya. "Marissa, Mama ingin kamu tahu bahwa menjadi ibu bukan hanya tentang melahirkan anak, tapi juga tentang merawat dan membesarkan mereka dengan kasih sayang dan perhatian," kata Mama Vina dengan nada yang lembut tapi tegas.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Tuan Lumpuh, I Love You

Tuan Lumpuh, I Love You

"Kamu ini bicara apa, Nara? Kamu ini ibu dan anak yang baik. Selama ini kau berjuang untuk putramu dan ibu agar kami tercukupi semua kebutuhannya." "Iya, tapi aku merasa masih belum baik menjadi seorang Ibu dan Anak." Wanita paruh baya yang bernama NIka itu menarik pelukannya. Dia melihat lekat wajah putirnya. Mengusap air mata Nara yang meleleh pada pipi.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

"Aku kan penasaran dengan apa yang terjadi, Pa." "Tapi kamu ghak bisa dengan sikap kayak gini. Dini itu menantu kita, Ma. Sadar ghak kamu ini?" Giani bersidekap. "Itu kan kamu, Pa, yang nganggep dia menantu. Aku sih, amit-amit deh, orang bekas ODGJ jadi menantu aku," cibir Giani. "Astaghfirullah, Mama!" "Mbak, jadi bareng kita apa nunggu Mas Pram?" tanya Ibra yang merangkul pundak Ajeng yang tak berhenti menangis.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Raung Livia yang mengalahkan suara deru angin. Livia masih berusaha dengan sekuat tenaga agar tidak terbalik. Ia memang bukan nahkoda, melainkan seorang ibu. Akan tetapi, malam ini otot lengannya dipaksa bekerja melampaui kekuatan nya. Ia berusaha melawan arus, melawan ketakutan yang memuncak dan melawan rasa kantuk mulai menyerang akibat suhu ekstrem.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

Ia sedang tenang menyesap teh dari cangkir yang entah sejak kapan sudah ada di tangannya. ​Wanita itu menoleh, tersenyum dengan keanggunan seorang ratu. ​"Aris... Aditya... Kinan... Akhirnya keluarga kita berkumpul kembali di tempat yang begitu asri ini," ujar wanita itu. Suaranya sangat lembut, sangat merdu, persis seperti suara ibu yang membacakan dongeng sebelum tidur. ​Itu adalah Maria Subroto. Sang Ibu yang legendaris.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Peta Yang Tak Pernah Ada

Peta Yang Tak Pernah Ada

tanya El perlahan, meski dalam hatinya, ia seperti sudah tahu jawabannya. Wanita itu mengangguk pelan. “Ibumu. Seorang manusia biasa. Tapi sangat kuat, sangat lembut… dan penuh keberanian.” Ia tersenyum tipis, memori itu jelas hidup dalam benaknya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

Tapi kenyataannya, ia sering menjadi sumber luka. “Tah, kok bengong? Orang tua datang bukannya disambut, malah bengong di depan pintu. Kenapa? Pusing mikirin hidup miskin?” cibir Ibu dengan nada tajam. Ucapan itu seperti pedang yang menusuk hati. Aku tersentak, tapi berusaha menahan diri. “Masuk, Bu!” ucapku pelan, mencoba mempersilakannya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Diamku Menghancurkanmu Mas!

Diamku Menghancurkanmu Mas!

Aku tersenyum menatap wajah Ibu, wanita yang selalu hadir di saat aku senang maupun bersedih. Wanita yang selalu merasakan aku baik-baik saja atau tidak. Feeling seorang Ibu tak bisa diragukan. Sepintar apapun anaknya berbohong, seorang Ibu pasti akan mengetahuinya walau dia tidak mengungkapkan itu semua. Aku benar-benar masih dikuasai emosi, hal tadi masih tak sebanding dengan rasa sakit yang kurasakan. "Pagi-pagi bikin masalah saja wanita itu," ucap Tiara, terdengar nada suaranya yang kesal.
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai seorang ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status