My Game Boyfriend
Ada rasa berdebar, ada rasa ingin bertemu, ada rasa rindu yang anehnya muncul padahal mereka baru berpisah beberapa jam yang lalu.
Melati berjalan perlahan menuju tangga. Matanya melirik ke arah lorong di lantai dua, di mana ada dua pintu kamar yang berhadapan. Satu kamarnya, satu lagi kamar Arthur. Dua pintu kayu kokoh yang selama berbulan-bulan menjadi pembatas di antara mereka. Dulu, pintu-pintu itu selalu tertutup rapat, seolah memisahkan dua dunia yang tak ingin bertemu. Tapi malam ini, saat Melati mengangkat wajahnya ke atas... ia melihat sesuatu yang membuat langkah kakinya terhenti.