Pendekar Kera Sakti
Tatapan mata itu makin ditentang oleh mata Selendang Maut.
Ia tetap berdiri dengan satu kaki menumpang di atas batang kayu tumbang, sedangkan kaki satunya lurus berpijak tanah, badannya sedikit membungkuk karena lengannya digunakan bertumpu pada paha kaki. Setelah mereka saling pandang bermusuhan dan sama-sama bungkamkan mulut, Peri Malam palingkan wajah ke arah lain sambil ucapkan kata. "Kelak, suatu saat, aku yakin satu di antara kita ada yang terbunuh. Kau membunuhku atau aku membunuhmu. Sebab tanpa ada satu yang kalah, tak mungkin Pendekar Kera Sakti mengawini kita berdua."
"Dan yang kalah itu adalah kamu!" Kata Selendang Maut berlagak acuh tak acuh, memandang dedaunan pohon di atas.
Bab Populer