Cinderella Tanpa Sepatu Kaca
Jadi sosok yang tengah berasa di depan pintu kamarnya pastilah Riani.
"Ga, Mama masuk, ya?" Benar saja, tak lama kemudian suara perempuan yang sudah dianggapnya seperti ibu sendiri itu pun terdengar.
"Iya, Ma. Nggak dikunci, kok. Masuk aja." Jingga menjawab sembari tetap sibuk dengan kegiatannya. Kain yang tengah dipegangnya itu adalah lace untuk melapisi permukaan sepatu, sebab begitulah permintaan kliennya kali ini. Teman Lembayung yang sudah menentukan pilihan dari dua desain yang Jingga tunjukkan. Jingga bahkan sudah memiliki cetakan kaki gadis itu, yang kini tergeletak di sampingnya, berbaur dengan bahan dan peralatan lain.
Hot Chapters