Sang Maharaja yang Terlupa
Di sudut lingkaran, Ki Sepuh duduk memeluk lututnya, menatap ke arah batas rimba yang gelap gulita.
Tiba-tiba, dari bibir sang tukang kebun bisu itu, keluarlah sebuah senandung. Ia bukanlah kata-kata yang bisa dipahami oleh telinga manusia, melainkan sebuah tembang kuno tanpa lirik, sebuah ngidung yang meniru suara angin yang bergesekan dengan dahan pohon jati, suara gesekan kaki serangga di atas daun kering, dan suara napas panjang dari macan kumbang yang sedang beristirahat di atas dahan. Suaranya serak dan berat, namun memancarkan sebuah kerinduan yang mendalam akan keseimbangan yang telah lama hilang.
Hot Chapters