Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Aku diam-diam tinggal di asrama kampus anakku. Tidak disangka, saat aku diam-diam menonton film dewasa di tengah malam, aku ketahuan oleh teman sekamarnya yang bertubuh kekar. Tubuhnya yang panas menindihku dengan kuat, dia meniupkan napas hangat ke telingaku. "Tante, ternyata suka hal-hal seperti ini, ya!" "Ti... tidak... hmm..."
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh

Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh

"Om, aku salah, aku nggak akan datang ke bar lagi .... Hmm, di sana nggak boleh disentuh." Larut malam di depan pintu bar, seorang wanita cantik yang mengenakan stoking hitam mabuk, terbaring di pinggir jalan, memperlihatkan celana dalam putihnya yang bersih. Hatiku bersorak girang. Tanganku menyelinap masuk ke bawah rok pendeknya. Siapa sangka, dia mengira aku adalah ayah angkatnya yang datang untuk menghukumnya. Saking takutnya, dia tak berani bergerak. Aku memanfaatkan keadaan itu untuk membuka kedua pahanya yang putih mulus, lalu menerkamnya. Dia menjerit ketakutan, "Om! Kenapa menghukumku seperti ini?"
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Anak Angkatku Tak Tahan

Anak Angkatku Tak Tahan

Aku adalah seorang istri dari keluarga kaya. Aku punya uang, wajah yang cantik, dan seorang anak angkat. Anak angkatku sangat perhatian, hanya saja belakangan ini dia mulai menunjukkan sikap yang aneh. Ada hawa posesif dalam sorot matanya saat melihatku. Saat aku sedang yoga, dia mulai berani menyentuhku, membuat hatiku jadi gundah. Pada akhirnya, dia tak bisa menahan diri. Dia memberiku segelas air yang ternyata sudah dicampur obat.
11.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Panggung Gelap di Asrama Seni

Panggung Gelap di Asrama Seni

"Astaga, serius ... rasanya mau mati karena enak banget ...." Di dalam kamar asrama putri, seorang gadis yang seluruh tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun mengeluarkan suara yang menyerupai tangisan. Tubuh indahnya tersentak ke depan, kedua tangannya mencengkeram sprei, seluruh tubuhnya menegang. Aku memeluknya dengan erat, sampai dia terkulai lemas seperti lumpur di atas tempat tidur .... Saat aku menoleh, aku langsung melihat teman sekamarnya sedang menatapku. Wanita itu tampak merona merah, tangannya sedang memuaskan diri seiring gerakanku, membayangkan dirinya yang aku mainkan ....
830 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Kemolekan Wanita yang Menggoda

Kemolekan Wanita yang Menggoda

Seorang wanita dewasa yang cantik dan seksi tersangkut di dalam mesin cuci. Dia menggeliat dengan tidak nyaman dan memohon agar aku membantunya. Aku pun langsung mengerti. Satu tanganku menarik rambut panjangnya, sedangkan tangan lainnya menopangnya. Saat semuanya berjalan dengan indah dan hampir kembali ke jalurnya .... Seorang ratu kampus yang cemburu tiba-tiba menerobos masuk dan berkata dia juga ingin ikut bergabung dengan permainan seperti ini ....
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Pesona Kemolekan Istri Sahabatku

Pesona Kemolekan Istri Sahabatku

"Gimana rasanya naik kuda? Enak nggak?" Di atas punggung kuda yang berguncang, aku memegang pinggang ramping kakak ipar seksi itu. Roknya terus berkibar tertiup angin. Temanku sedang asyik bermain kartu di rumah yang tidak jauh dari sana, sementara aku, tepat di depan matanya, sedang menunggang kuda bersama istrinya yang seksi ....
53.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Hubungan yang Tidak Jelas

Hubungan yang Tidak Jelas

“Kamu cepat ya, aku tidur dengan ibu angkatmu, tadi beralasan ke kamar mandi untuk datang ke sini.” Sahabat ibu angkatku pernah melihat kekuatanku, malam hari dia diam-diam masuk ke kamarku. Wajah cantiknya memerah karena malu dan berseri-seri, tatapan matanya memikat hingga bisa meneteskan air. “Bibi Nia, kamu .…” Tubuhku kaku dan sedikit bingung, Bibi Nia sudah berlutut menelusuri kasur, membuka mulutnya dan mendekat ke sana.… Sedangkan ketika aku mendongak, melalui celah pintu tepat terlihat mata ibu angkatku yang terbelalak.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

"Paman, aku gatal sekali. Ayah sedang keluar, tolong garukkan pakai sumpit." Di meja makan itu, putri temanku tampaknya terlalu banyak menyantap tiram. Akibat gejolak hormon yang tidak stabil, gairahnya melonjak drastis. Dia mengenakan rok mini, kedua tungkai kakinya yang mulus terbuka ke arahku, memamerkan celana dalam putih yang menggoda. Sudah bertahun-tahun aku hidup tanpa wanita. Begitu melihat area sensitif gadis muda itu yang sedikit mencekung, darahku langsung berdesir hebat. Aku membuka resleting celana, mengeluarkan milikku, lalu menggoyangkannya di hadapannya. "Apa enaknya pakai sumpit? Pakai punyaku saja untuk menggaruknya."
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Pelukan Gadis Kereta yang Menggoda

Pelukan Gadis Kereta yang Menggoda

"Ugh, gatal sekali ... aku kepengin banget." Saat mudik untuk tahun baru, mahasiswi cantik yang tidur di ranjang bawahku di kereta tidur tiba-tiba kambuh penyakit tidur berjalannya. Dia menyilangkan kedua kakinya dan bagian pinggulnya terus menggeliat. Sudah lama aku ingin mencoba menikmatinya. Kini selagi dia masih mimpi, aku pun merangkak ke tempat tidurnya ....
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Masalah di Kebun Jagung

Masalah di Kebun Jagung

Di atas motor roda tiga menuju kota, kursi pengemudi yang sempit itu dipenuhi oleh aku, menantuku, dan sahabatnya. Kami bertiga berimpitan. “Sempit banget, bagaimana kalau ... aku duduk di pangkuan Paman Joni saja?” ucap sahabat menantuku itu sambil membalikkan badan dan duduk mengangkang di atas kakiku. Jalanan tanah pedesaan yang bergelombang membuatnya terus mendesah pelan. Tatapannya perlahan mulai sayu, dia menatapku dengan wajah menggoda yang tampak begitu bergairah. Sementara itu, menantuku yang melihat pemandangan ini memalingkan wajahnya dengan malu-malu, namun kedua kakinya tanpa sadar merapat kencang.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai series 18+
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2223242526
...
40
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status