Suami Pelarian
keluhku sedih.
Yudistira melepaskan genggaman tangannya, ia merangkulkan lengannya di bahuku. "Sabar, ya, Sha. Nggak ada manusia yang sempurna, tapi setiap orang pasti memiliki hal baik di dalam dirinya. Seperti uang kertas, seiring berjalannya waktu karena dipakai dan berpindah tangan, uang itu bisa saja robek, atau menjadi lecek, tapi nilainya tidak akan berkurang satu sen pun."
Hot Chapters