KAMAR KEDUA
Ia janda yang belum siap berpamitan.
“Mas Prabu … aku kangen …,” bisiknya.
Di balik semua peristiwa yang kini ia temui satu per satu; coretan di pagar, berkas-berkas yang tertinggal, nama Prabu yang masih bergaung di banyak tempat, Sheza harus mengakui satu hal yang tidak pernah berubah di hatinya.
Prabu adalah suami yang baik. Ia mungkin tidak sempurna. Ia punya urusan, kesalahan, dan rahasia yang belum sepenuhnya ia pahami.