Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

bentak Ani. "Ah Ani!" ucap Shin "Kenapa Kau menyerangku kembali?" tanya Ani. "Aku tidak tahu.. Aku tidak tahu.." ucap Shin. Tubuh Shin menggigil seperti kedinginan. Ani merasa kasihan, tetapi dia takit mendekat pada Shin. Karena penyakit Shin sedang kambuh. "Jangan mendekatinya Ani!" ucap Yuki Motto "Bibi.. Kenapa dengan Shin?"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
365 Hari Bersama Sang CEO

365 Hari Bersama Sang CEO

tanya Shino pada Pak Jung. “Mungkin besok? Saya akan menyiapkan segalanya,” jawab Pak Jung. “Baiklah, ayo Adam kita pulang.” ajak Shino dan dibalas anggukan oleh pria itu. …. “Adam, antar aku ke St. Luke's International Hospital. Sudah saatnya, aku kontrol penyakitku ini.” ucap Shino dalam mobil, pandangannya tampak lebih sendu dari biasanya. “Okee,” Adam melirik ke wanita itu dari kaca spion.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
ANESTESI RINDU

ANESTESI RINDU

Shinta, ibunda Evelyn, yang baru saja melakukan medical chek up di Wellness Hospital, tanpa sengaja bertemu dengan Kemuning di kafe rumah sakit. Wajah Kemuning menegang. Ia terdiam menatap Shinta yang mendelik kearahnya. "Kemuning!" jerit tertahan Shinta menyadarkan Kemuning dari ketakutannya bertemu dengan keluarga Harrington. "B—bu Shinta." Gugup Kemuning membungkukkan badannya. Shinta seperti melihat hantu, ia menarik kasar lengan Kemuning menuju toilet wanita. Kemuning yang tidak bisa berbuat apapun, hanya mengikuti dengan pasrah tanpa perlawanan.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
Cinta CEO Kembar

Cinta CEO Kembar

Shinji datang ke kontrakan Medina untuk mengonfrontasinya soal identitas yang janggal. Namun, saat ia masuk, Medina masih tampak lemah karena sakit. Wajahnya pucat, rambut berantakan, dan tubuhnya masih panas. Shinji berdiri dengan ekspresi dingin, seakan tak peduli, tapi matanya diam-diam memperhatikan kondisi Medina. “Kenapa setiap aku memikirkanmu, kepalaku terasa sakit?” suara Shinji rendah, nyaris seperti bergumam.
777 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
Pengantin yang Tak Diinginkan

Pengantin yang Tak Diinginkan

Gadis itu diam, tersenyum canggung —dan ia tidak membalas. Bukan karena tidak ingin. Tapi, karena malam ini bukan tentang mereka. Sesampainya di Rumah sakit, Shania diperiksa oleh dokter. Tidak ada luka dalam, hanya beberapa memar, tekanan mental, dan syok. Ia diinfus dan diminta untuk beristirahat semalam. Alex menunggu di samping ranjang, tak beranjak sedetik pun. Ketika semua orang sudah pulang dan hanya mereka berdua di kamar, Shania membuka mata.
911.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

Tempat dimana ada Hide tidak mungkin tidak aman. Namun, senyum di bibir Ayu ikut berubah pahit. Ayu tidak tahu kenapa mereka ada di rumah sakit, tapi Ayu masih ingat kenapa mereka ada di rumah sakit yang sangat asing. Ayu masih mengingat semua apa yang terjadi di Shingi Fusaya. Ayu memejamkan mata. Tentu saja ingin menangis. Tapi Ayu menghela nafas beberapa kali untuk menahan air matanya. Ayu bosan menangis. Dan tidak seharusnya dia menangis atas pilihannya sendiri.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 798 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
Jodohku Dokter Tampan

Jodohku Dokter Tampan

Mia tidak pernah menyangka jika Shin akan menorehkan luka kepada Aira, gadis baik hati yang teguh memegang janji. Mia tidak akan memaafkan perbuatan Shin itu. Dia bahkan menyumpahi hidup Shin tak bahagia karena telah mengkhianati sahabatnya. ***** Shin baru saja tiba di rumah sakit. Dokter tampan dengan wajah blasteran itu langsung menuju ruangannya. "Pagi, Dok. Anda terlihat bersemangat hari ini," sapa Nurse Rin ramah. "Pagi." Shin berdiri dengan snelli tersampir di lengan kiri dan tas di tangan kanan.
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai shinji hospital scene
Baca
+Pustaka
Salah Ranjang

Salah Ranjang

Di rumah sakit, Shassy dan Keen sedang menunggu di depan ruang IGD. Keen terlihat sedang mondar-mandir di depan ruangan itu. "Duduklah," ujar Shassy dengan suara halus, mencoba menenangkan Keen. Keen pun menurut dan duduk di sebelah Shassy. Shassy lalu mengusap wajah Keen dan menariknya pelan agar bersandar di pundaknya.
9.6985.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.6K kali sebagai shinji hospital scene
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
cucuk.salak
awalnya siiiiih iseng pen baca cerita2 21+ trs ragu pen baca ini gara2 sebelumnya coba baca novel lain terlalu vulgar mpe gk ditamatin, tp penasaran karna jln cerita novel kek begini seru (novel sebelmnya seru tp gk kuat baca wkwkwk) akhirnya bacalah ini novel, dan ternyata wowww BAGUS BANGET, SUKKA
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
12

Pertanyaan yang Sering Diajukan

The scene makes me a bit uncomfortable, honestly, and not just because of the obvious reasons. It's less about growth in that moment and more about the devastating crater it leaves in his sense of self. Before, his turmoil was internal, about his worth and his father's approval. Afterward, it's externalized in the most violently intimate way possible. He doesn't just feel worthless; he actively destroys something precious to try and feel something, anything, real. The growth—if you can call it that—isn't a positive step forward. It's the moment he fully internalizes the show's core tragedy: that human connection, the thing he craves most, can become a weapon of self-annihilation.

It sets the stage for everything that follows, but it's a foundation of broken glass. His later actions in EoE, his refusal of Instrumentality, feel like a direct response to having touched that absolute nadir. He finally rejects a painless, connection-less world because he's already experienced the horrifying alternative of connection twisted into violation. So the impact is foundational, but it's a dark, negative space that defines the shape of whatever 'self' he tries to build afterward.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status