Sang Maharaja yang Terlupa
Setiap kerajaan adalah nada yang berbeda, dan tugasnya bukanlah memaksa mereka berbunyi sama, melainkan menyelaraskan mereka menjadi sebuah tembang yang indah dan menyejukkan hati.
Sore harinya, Kapal Hantu yang kini telah diganti namanya menjadi Kapal Pelayaran Harapan, berlayar meninggalkan teluk Pulau Karang. Di belakangnya, puluhan jung dan perahu kecil dari armada gabungan Tuban, Lasem, dan Gresik mengikuti dalam barisan yang rapi, membelah ombak dengan gagah perkasa. Di anjungan kapal, Arga dan Dewi berdiri berdampingan, menatap ufuk timur di mana matahari mulai turun ke peraduannya, melukis langit dengan warna jingga dan ungu.
Hot Chapters