Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anara

Anara

cowok berbaju biru, mengangkat alis, seringai licik menghiasi wajahnya yang ditumbuhi rambut-rambut halus. “Gimana kalo tiga kali lipat.” Mereka saling berpandangan, dan kemudian sama-sama mengangguk, lalu tertawa puas. “Oke! Besok aku akan mengirimkan pesan lagi padanya. Tapi lo harus simpan rekaman itu baik-baik. Itu satu-satunya kunci brankas kita saat ini!” cowok berkaos hitam menunjuk temannya, yang berbaju biru.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Dari umurnya, pria itu lebih tua dua tahun dengan Yosihara. “Selamat malam,” sapa pria tersebut. “Namaku Atsutshi. Aku adalah dalang dibalik teror Kuromori dan Makigara. Kenapa aku mengenalkan diri sekali lagi? Karena, sudah ada dua tamu baru,” ucap si pria yang bernama Atsutshi. “PERSETAN DENGAN MEMPERKENALKAN NAMA! BERI AKU PENJELASAN TENTANG KEMATIAN MINRA!” teriak Pak Orochi.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Semakin dekat— denyut itu semakin kuat. Seperti memanggilnya. Tangannya perlahan terangkat. Hileon langsung berkata, “Jangan sentuh dulu—” Namun sudah terlambat. Aruna menyentuh permukaan batu itu. Dalam sekejap— cahaya merah di batu itu menyala terang. BOOOM! Gelombang energi meledak keluar. Semua terlempar beberapa langkah.
855 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

Ibu Indar selalu membersihkan ruangan pavilium beserta isinya tersebut, sehingga tak ada setitik debu pun di sana. Sarah meraih satu botol bahan dasar untuk varian Serein Blue. Ia membelainya sejenak, membayangkan kembali senyum cerah milik mendiang Shigeki Tashiro dan sorot matanya yang lembut, membuat Sarah selalu merasa pulang.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Ia menerjang Batari dengan kegilaan seorang predator yang kelaparan, seolah-olah wanita di hadapannya adalah mangsa paling suci sekaligus paling berdosa yang pernah diciptakan semesta. Tubuh ramping Batari terhimpit kasar di antara permukaan pintu yang dingin dan dada bidang Victor yang sekeras batu. Hawa panas dari kulit pria itu membakar pakaian sutra *midnight blue* yang dikenakan Batari, melumat habis sisa-sisa udara sejuk yang sempat tersisa di antara mereka.
10433 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

Oke, meskipun posisinya tidak akan mampu menggantikan kebutuhan air putih. “SANGAT! Tadi aku pesan minuman Taro. Dan rasanya benar-benar enak. Mungkin besok kita bisa ke sana sama-sama. Kamu harus coba! Harus!” “Sebegitu enaknya kah?” “Hmmm..” kepalaku mengangguk. “Tapi tadi siang ada kejadian buruk. Minumanku tumpah dan membasahi jas laki-laki tampan yang entah darimana asalnya dan tidak diketahui identitasnya?” Kejadian tadi siang teringat dan terputar kembali. Bola mata coklat muda itu terasa begitu melekat di ingatanku.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
ALARICK

ALARICK

Tuan Muricio menghampiri Nerissa yang sudah lebih dulu duduk di sofa. “Apa alasan Tuan melarang Alarick mengikuti turnamen?” tanya Nerissa. Netranya memandan tuan Mauricio takut. Walaupun sudah sering bertemu, tetap saja dia merasa segan pada pria paruh baya di hadapannya ini. “Aku tak ingin dia terluka. Kau tahu dengan jelas dia satu-satunya anak yang aku punya.” Raut khawatir terpatri jelas di wajah tuan Mauricio.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
ANNORA

ANNORA

******* Gema memandang langit yang saat ini sedang menumpahkan hujan, seolah keadaan pun mendukung suasana hati Gema yang sedang tidak baik - baik saja. Dia sedang berada di halte tak jauh dari rumah pamannya, tadi dia keluar tanpa membawa mobil yang tadi digunakannya untuk menjemput Kakeknya. Entahlah, pikirannya terlalu kalut tadi. Yang ada dipikirannya hanya ingin tenang saja. Tiba - tiba dari arah trotoar sebelah utara, seseorang yang menggunakan hoodie berwarna hijau tosca berlari menuju halte untuk melindungi diri dari hujan yang datang tanpa aba - aba.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai shiroko terror blue archive
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status