Sama-sama Egois
"Kantor yang minta, tadi subuh aku dapat pesan dari Arman, dapat rekomendasi pekerjaan wawancara di Dubai,"
"Arman atau Arman, ah... Terserah kau saja, toh secepat mungkin kita akan berpisah." ucapku. IA menghentikan sarapannya menatap tajam kearahku namun, aku tidak mau tahu aku tetap sibuk menyiapkan bekal untuk di bawah ke kantor.
"Sindi, jangan berharap kamu bisa pisah dariku," justru mas Abidin malah tersenyum kearaku, dasar manusia apa yang sudah kunikahi ini manusia egois nomor satu di dunia.
Hot Chapters