SUAMI YANG SEMPURNA
"Hush, masih kecil udah bicarain suami. Sekolah aja dulu yang bener. Kata Ayah, jodoh itu udah diatur sama Allah. Mana tahu ntar, kamu malah dapat jodoh sama yang profesi lain. Siapa yang tahu, kan?"
"Emang sih, jodoh itu Allah yang atur. Tapi kita juga harus cari dan tentuin terlebih dahulu. Kalau Allah mengizinkan aku sama pilot, ya lanjut. Kalau nggak, harus dipaksa-paksain sama pilot. Minta comblangin aja sama Ayah atau sama Mas Ari. Kalian kan banyak kenalan pilot!"
Ari mengerutkan dahi; lalu tertawa dan geleng-geleng kepala mendengar perkataan labil Aisha.