Kesesuaian Jiwa
Ada sedikit guratan kekecewaan dari sorotan matanya.
“Istriku, alangkah celakanya aku kalau sampai aku membuatmu sedih. Tidak, sungguh aku hanya ingin tahu”
“Benar yaa?”
Aku mengangguk.
“Sayang, aku beri tahu yaa. Kamu itu ganteng, rajin, pintar, puitis, ceria, populer, alim. Sudah lama loh aku mengamati kamu. Sejak kamu menjadi ketua dalam acara seminar Terapi Syukur waktu itu. Tapi mungkin semua itu hanya bisa membuatku kagum. Karena banyak juga aku temui sosok seperti kamu di kampus. Sekali lagi, semua alasan yang aku sebutkan barusan, hanya bisa membuatku kagum. Dan yang sebenarnya, aku mencintaimu sebab Allah memberi aku cinta yang ditujukan kepadamu. Simple”
Sikat na Kabanata