Terjebak Dendam sang Pewaris Kejam
“Iya, kan. Aku tidak salah. Karena itu, kau bisa tampil seperti ini walau pun sudah miskin. Sepertinya kau perayu yang hebat, aku jadi takut jika suamiku juga akan tergoda olehmu.”
“Si-sila, apa yang kau katakan?”
“Tidak ada, aku hanya mengatakan kebenaran!” jawabnya. “Aara, bagaimana dari dulu sampai sekarang pun, kau tetap tidak tahu malu,” lanjutnya.
Deg!
Aara semakin merasa tertegun dengan apa yang Sila katakan. Dia masih tidak mengerti, apakah itu artinya selama ini, di matanya Sila melihatnya seperti ini?
Bab Populer