Imperfect Love
“Jangan pake mbak lagi, Sil.”
Sila hendak terkekeh, tetapi rasa nyeri di bagian inti tubuhnya membuatnya harus menahan diri. “Iya, Nda. Suka lupa,” jawabnya masih dengan menahan nyeri. “Tapi kalau sudah lahiran, sakitnya udah kayak ngilang aja, Yas. Apalagi waktu lihat babynya sehat, terus lucu kayak Ratu, jadi—”