Frekuensi Terlarang
gumam Silas, suaranya parau seperti gesekan batu di atas aspal.
Ia menekan tombol pada konsol manualnya, mengirimkan gelombang interferensi lokal yang mengaburkan koordinat bunker tersebut. Selama setahun terakhir, inilah rutinitasnya: menjadi Hantu Penjaga. Ia tidak pernah pergi ke Sanctuary, meski Lilia berkali-kali mengirimkan sinyal undangan melalui burung-burung pengintai. Silas tahu tempatnya bukan di sana, di tengah tawa manusia dan fajar yang cerah. Ia adalah sisa dari malam yang kelam, dan ia memilih untuk tetap berada di bayang-bayang.
Hot Chapters