Pijatan Nikmat Sang CEO
Nathaniel berkata pelan, "dulu aku selalu berpikir bahwa untuk bahagia, aku harus mencapai puncak karier, memiliki rekening bank yang gemuk, dan mendapatkan pengakuan dari semua orang."
Arissa memperhatikan cara cahaya pagi menyentuh wajah Nathaniel, menyoroti garis-garis matang yang menandakan kebijaksanaan yang ia peroleh dari pengalaman hidupnya. "Dan sekarang?"
"Sekarang aku tahu bahwa kebahagiaan sejati berasal dari hal-hal sederhana," Nathaniel mengalihkan pandangannya dari pemandangan pegunungan ke wajah Arissa. "Dari momen seperti ini, bersamamu."