Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Tulisan di spanduk itu besar-besar dan benar-benar nggak tahu malu: [Selamat untuk Sang Dewi Puspa yang berhasil lolos dari lautan penderitaan, tendang pria brengsek, dan raih hidup baru! Semoga dalam hidupmu ada sembilan bahkan sepuluh pria muda tampan yang berlomba-lomba manjakan kamu!] Puspa nyaris nggak tahu apa itu ucapan selamat atau sindiran pedas atas masa lalunya yang pernah kejar cinta seperti orang bodoh.
8.7326.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.1K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
Neisya Marchia
Happy ending buat Puspa-Eric & sad ending buat Indra. Karena kalau inget awal2 cerita gimana perlakuan buruk karyawannya Indra ke Puspa di kantor, padahal Indra tau itu tp gak ada respon & pembelaan buat istrinya. Sampai karyawan ngira istrinya itu Wulan bukannya Puspa tapi si Indra tetep aja diem
Alan Nasution
novel translate china kah ? critanya hmpir sama semua , wanita yg dibenci suami, keluarga sendiri, keluarga suami , dan tman2 suami , selalu ada wanita yg nempel ke suami , dan suami ok2 aja . ciri khas novel china . lama bet jalan critanya , psti bkal ribuan
Baca Semua Ulasan
RADINKA

RADINKA

Lalu mengarahkan pandangannya lagi ke Dinka dan mengangkat sudut bibirnya, tersenyum menyebalkan menurt Dinka. "Gue gak perlu khawatirlah kalau pacaran, jadi gak jauh-jauh. Kalau jauh cuma ngabisin ongkos," ucap Radit dengan percaya dirinya sambil memainkan alisnya naik-turun. 'Apaan sih dia. Dasar Kerdus!' "Emangnya dia mau sama lo?" tanya teman Radit lagi. "Pasti mau lah," ucap Radit sambil menaik-turunkan alisnya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Behind The Smile

Behind The Smile

tanya Naufal "Tenang aja. Gue bukan anak kecil lagi." Indah berjalan mengambil sepeda nya yang dipakirkan tadi. "Gue pulang duluan ya. Bye!" Indah melambaikan tangannya. Sofi, Dylan dan Naufal membalas lambaian tangannya. "Makasih udah nraktir gue." "Hati-hati Ndah." "Bye pelit!"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Makin banyak bacot makin pedas mulutmu!" "Mulutku perasaan seksi," kata Cakra. "Mulutmu kali pedas kayak sambel." "Kita cincang ramai-ramai!" teriak Setan Pajak murka. "Kau pangeran dari kerajaan mana, anak muda?" tanya Setan Pajak. "Sebutkan namamu biar aku gampang menulis batu nisan!" "Untuk batu nisan cukup tulis; beruk konyol berani berhadapan dengan Pendekar Lembah Cemara!"
9.947.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
BUKAN MENANTU BODOH

BUKAN MENANTU BODOH

Aah, lucu sekali rasanya melihat pemandangan ini. Berkali-kali ibu menelan ludah, lalu melirik mataku. "Jahat banget sih Mas, mantan istri kamu!" sentak Dinda. Sepertinya ia tak menyadari arti kata jahat yang sesungguhnya. Haruskah aku ajarkan pada mereka bagaimana seseorang yang benar-benar jahat?. Aku tetap memakan sandwich di depan mataku, sesekali mengecapnya bak seorang food vlogger yang tengah mereview makanan.
9.5233.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

[Berita bagus! [Ayo kita kawal!] [Belum! Masih pedekate!] [CEPAT ayo kita provokasi!] [Bagus! Di rumah nanti akan aman, damai dan tentram! Aman dan sentosa! Mr pirang takkan marah-marah lagi.] Begitu berisik isi chatting grup pelayan tersebut hingga tanpa sadar sosis yang dibakar ternyata hangus dan gosong mirip pantat’ wajan.
10147.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
CINTA LELAKI DISABILITAS

CINTA LELAKI DISABILITAS

Nah, terbuka. Jeri mulai membuka isi chat itu, lalu menyunggingkan senyum jahilnya yang terkesan maskulin. [Cuma tanya doang? chat doang. Kalau gitu semua cewek juga bisa. Katanya sayang? Buktikan. Jangan mulut aja yang berkoar-koar atau jangan-jangan ... MALU sebab Fikar sudah cacat.] Sindiran yang begitu pedas dilayankan kepada kekasih Fikar. Terkirim.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
MERAYU CEO JAGOAN

MERAYU CEO JAGOAN

sindir Sariska Lianor begitu lihai membuat hatinya Bu Risma semakin memanas dan mendidih karena kata-kata pedasnya tersebut. “Apa kamu kata?! Ulangi lagi kalau berani!” teriak Bu Risma begitu emosional. “Keke…, oke! Kamu orang tua pikun yang tidak tahu diri. Sudah jelas, kan? Apa perlu saya ulangi sekali lagi?!” ujar Sariska Lianor berkata santai sambil tersenyum yang jelas mengejek perkataannya Bu Risma.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan CEO Lumpuh

Istri Dadakan CEO Lumpuh

sindirnya telak. Aku melotot mendengar kalimat pedas itu. Masakanku tidak buruk, ya! Apalagi sampai membuat orang mati. “Aku bisa masak, tahu! Aku jamin kamu akan ketagihan dengan masakanku,” tantangku sembari berkacak pinggang. “Oke. Buktikan saja kalau memang benar ucapanmu itu,” sahutnya sembari menatapku remeh.
10675 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU

TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU

Duar! Terlontar juga kalimat pedas dari mulut Sandra kepadaku. Oh, oh! Kamu ketahuan, iri dan dengki! Ngeri sekali kamu, San! “Subhanallah! Kamu ngucap kaya gitu, serasa kamu yang paling sempurna ya, San? Lama kita temenan, aku pikir, kamu tulus temanan sama aku. Nyatanya, enggak juga. Sekarang, mulai kebongkar siapa kamu, San,” hujatku sinis tanpa rasa sungkan lagi.
826.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status