TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
Duar!
Terlontar juga kalimat pedas dari mulut Sandra kepadaku. Oh, oh! Kamu ketahuan, iri dan dengki! Ngeri sekali kamu, San!
“Subhanallah! Kamu ngucap kaya gitu, serasa kamu yang paling sempurna ya, San? Lama kita temenan, aku pikir, kamu tulus temanan sama aku. Nyatanya, enggak juga. Sekarang, mulai kebongkar siapa kamu, San,” hujatku sinis tanpa rasa sungkan lagi.