Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

“Aku nggak mungkin seperti ini terus. Memang nyaman sih, tapi lama-lama capek juga.” “Gitu kek dari dulu. Berkali-kali aku sindir pakai omongan pedas, nyelekit, menusuk, nggak ada yang mempan sama sekali. Eh, nggak taunya habis bertemu mantan baru bertindak,” sahut Evan langsung menyambar dengan nada sinis.
10212.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Ojek Dua Alam

Ojek Dua Alam

Suara datar di belakang terdengar jelas di telinga Sandy . "Pocong kurang ajar! Kenapa bohong pakek nyamar jadi Kirana segala," sentak Sandy . "Habisnya Abang tadi nggak mau nganterin pas aku datang ke pangkalan ojek. Jadi aku nyamar aja jadi pacarnya Bang Sandy," jawab si pocong. Makhluk berbalutkan kafan putih itu tertawa setelah selesai berkata-kata.
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

ucap Sindi, kalimat yang paling tidak masuk akal yang pernah Dimas dengar, dan dia sendiri terengah-engah setelah mengucapkannya. “APA?!” Dimas kaget sampai hampir berteriak. Andi yang duduk di bangku agak jauh mendengar reaksinya, lalu tertawa terbahak-bahak. “Iya, aku tahu badan aku cukup menarik, dan kamu tidak akan menyesal,” kata Sindi, hampir memaksa. “Ceritakan yang sebenarnya, kenapa kamu melakukan ini? Ini lelucon, ya?” tanya Dimas, curiga ini cuma bercanda.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
MENGAJAR CINTA

MENGAJAR CINTA

jawab Dinda sambil tersenyum. Pita tertawa ringan, “Semangat amat mau ketemunya.” Dinda menoleh, menatap Pita yang menertawakannya. “Astaga, Mbak, jangan salah paham. Astagfirullahalazim,” ucapnya sambil mengusap dadanya pelan dan beristigfar. “Biar nggak kena macet, gitu loh, Mbak,” jelasnya buru-buru.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Rahim Terakhir di Sektor 7

Rahim Terakhir di Sektor 7

sahut Barkie. "Maksud Paman?" "Kalau memang menurutmu dia cantik, ya bilang saja cantik, nggak perlu dirangkai jadi pidato." Barkie menatap Dante dengan serius, memegang bahu pria itu. "Percaya deh, perempuan lebih senang dengar kalimat yang sederhana tapi jujur daripada pujian panjang yang kedengarannya seperti hasil menghafal."
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Siksa Dendam Perjodohan

Siksa Dendam Perjodohan

"Bajingan suka mukul cewek kek lo emng ga pantes dicintai!" PLAK! Leana terkekeh sambil mengelap darah di ujung bibirnya menggunakan punggung tangannya. "Puas lo?!" "Hmm." smirk Nalendra sambil mengelus pipi Leana yang memar, sungguh tamparannya tidak main-main. "Belum puas by, jalang sepertimu pantes dapetin yang lebih dari ini!" desisnya dengan seringai yang mengerikan.
9.53.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

Barter yang menyenangkan, toh aku juga sudah rindu keriuhan acara itu. "Jangan terjebak dengan ketenaran, nanti tidak sempat mendapatkan pasangan beneran. Buruan pilih satu, jangan ganti terus. Kalah sama sandal jepit, yang sepasang selamanya!" selorohku sambil tertawa. Dia diam menatapku sesaat, memicingkan mata, kemudian tertawa lebih keras dibandingkan aku. "Kamu mentertawakan aku? Bukankan kamu sendiri juga begitu? Sandal jepit yang masih teronggok sendirian! Ha-ha-ha!"
1050.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Miss Montok

Miss Montok

“Abis pedes, tapi enak, sih.” Dia tersenyum kecil. “Tahu pedas kenapa pesan?” “Soalnya justru di situ enaknya. Kalau nggak pedes, malah nggak enak.” “Ekspresi kamu saat kepedasan tadi lucu. Coba tadi aku sempat foto, pasti bagus buat dipajang di mejaku,” ujarnya sambil terbahak.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Paman Suamiku

Hasrat Liar Paman Suamiku

Rendra langsung tersadar dan tertawa canggung. Tangannya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. "Maaf Paman, maaf. Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya memberikan pujian biasa. Lagipuan aku sudah punya Sinta. Paman tidak perlu khawatir." "Omong-omong Sinta," David mengalihkan pembicaraan dengan nada yang sedikit ketus. "Mana dia? Kenapa tidak ikut? Dan anak kalian?"
1069.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Lika-liku Cinta Terlarang

Lika-liku Cinta Terlarang

Pinta Juminah pada Samsudin. “Iya, ouhh, ohh, yeah, ouhh, Jum, enak sekali pepekmu, aku nggak kuat, ouhhh, Jum!” “Mas, lebih kasar lebih kencang!” “Ah, ah, ah, Jum, sudah kencang, ouhh, ini sudah paling kencang.” “Tambah lagi Mas, kurang terasa, kurang greget, kurang ser-ser! Putar Mas, putar!”
1035.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status