Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SISI LIAR JANDA SUAMIKU

SISI LIAR JANDA SUAMIKU

Jo meringis menahan sakit. “Habisnya kamu bilang rindu, padahal baru juga kemarin kita melakukannya.” Tiara bersungut-sungut, ia memonyongkan bibirnya. “Karena kamu candu, aku tidak bisa jauh darimu.” “Gombal.” “Serius.” “Buktinya?” “Ck, kamu mau aku menubruk tubuhmu sekarang juga?” jawab Jo kesal. “Hahaha... Ampun, aku bercanda doang.”
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

sindir Bu Hana. "Bu Hana jangan ikut campur ya, ini urusan saya dengan janda gatal ini." teriak Fatma menunjuk-nunjuk Bu Hana yang sedang memilih gorengan. "Emang Mas Ulum kan nggak ganteng Mbak Fatma jadi ngapain harus dicemburuin kayak gitu sih." kata Sonia. "Kamu jangan menghina suami saya ya, awas saja kalau ketahuan godain suami saya. Tak bikin perkedel kamu Sonia." kata Fatma marah.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Who are you (Indonesia)

Who are you (Indonesia)

jawab Doni “Udah sih sana pulang. Gausah disini” ucapku mengusirnya “Ngusir nih critanya? Biar kaya sinetron diindosiar yaa haha” celetuk Dinda “Ku menangiiissss” lanjut Doni Sontak semua orang tertawa melihat Doni menyanyi dengan suaranya yang sangat pas-pasan.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Nathan & Veera (INDONESIA)

Nathan & Veera (INDONESIA)

“Contohnya?” “Seks.” “Gilaaaa, Njir!!!” pekik Veera heboh. Dia kembali duduk seperti semula. “Bercanda. Tapi itu hal yang paling asyik di lakuin bareng pasangan loh,” seru Sindy datar. “Najis!” Kriukkk. Sindy kembali menggigit kripik pedasnya dengan tatapan mengitimidasi. “Kembali ketopik. Sampe dimana tadi... oh iya, ke empat lo harus suka sama hobi dia.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

​Pesan itu datang dari sebuah nomor tanpa nama, namun isinya begitu intim dan gamblang. ​"Aku merindukanmu, Dania... Sangat rindu. Kamar ini mendadak terasa sangat dingin tanpamu. Aku tidak bisa berhenti memikirkan sentuhanmu semalam." ​Dania menahan napas, dengan cepat menyambar ponsel itu dan membalikkan layarnya ke bawah. Namun, sedetik kemudian, getaran kedua kembali masuk. Kali ini, sebuah kalimat lanjutan yang jauh lebih berani dan menuntut muncul di baris baru.
10747 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Menikahi Musuh Bebuyutan

Menikahi Musuh Bebuyutan

Hari ini, di halaman pertama catatan: “Untuk menghindari Clarissa, senyum setengah, bukan penuh. Senyum terlalu lebar = dicurigai. Terlalu datar = dianggap dingin. Coba senyum seperti saat di gala amal tahun lalu.” – S Di bawahnya, balasan dengan tulisan rapi dan melingkar: “Apa kau sadar, aku bahkan tidak tahu gala amal tahun lalu yang mana? Jumlah pesta yang kamu datangi lebih banyak dari jumlah meeting dengan dewan direksi selama sebulan. – J”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Masalah di Kebun Jagung

Masalah di Kebun Jagung

kata Sindy sambil memiringkan kepalanya, tatapannya langsung tertuju ke arah selangkanganku. Aku merasa sangat malu sampai ingin masuk ke lubang tanah saja. Pantas saja Sindy dijuluki "Cabai Rawit", wanita ini memang luar biasa "pedas"! Aku buru-buru menutupi bagian depan selakanganku dengan tangan. Pintu kamar tiba-tiba terbuka sedikit. Mulan melongokkan separuh kepalanya dan bertanya dengan nada panik, “Sindy, kamu nggak pulang?”
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Setiap kata yang Pak Sudirman ucapkan terasa seperti pisau yang menusuk. "Dan yang paling penting," lanjut Pak Sudirman dengan nada yang semakin keras, "kamu bisa jamin bahwa kamu nggak akan tergoda? Di dunia yang penuh godaan itu? Di mana banyak wanita cantik yang mau sama kamu? Di mana popularitas bisa bikin kamu lupa diri?"
10590.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.6K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

) "Tadina sugan teh lain maneh. Sugan aya Kinara Ailani anu lain. Pas maneh nyaritakeun hobi, urang yakin eta maneh. Saha deui atuh anu resep nangkring di na tangkal kersen jeung beuki ngupil?" (Tadinya kukira bukan kamu. Mungkin ada Kinara Ailani yang lain. Pas kamu nyeritain hobi, aku yakin sekali jika itu kamu. Siapa lagi atuh yang suka nangkring di pohon kersen dan doyan ngupil?) Aduh, Ibu, bikin malu aja! Pak Mahendra tahu artinya, nggak, ya? Kenapa dia senyum-senyum? Aduh, Pak Maman ikutan senyum lagi. Sialan!
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Suamiku Miskin Tapi Bohong

Suamiku Miskin Tapi Bohong

sindir Pak Sugimin. "Kamu sindir aku Min?" "Kok nyindir situ sih, menantu ku ini loh dia kaya raya!" celetuknya. Seketika Pakdhe Sukirman tertawa terbahak-bahak tidak percaya apa yang dikatakan saudaranya itu. "Hati-hati loh Mas, jangan banyak tertawa gitu, kata orang zaman dulu kalau ada orang tertawanya berlebihan biasanya mau nangis loh!" goda Pak Sugimin lagi.
10119.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai sindiran pedas kata kata pamer
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status