Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!
bisik Wina sebelum mencium bibir Dion dengan penuh gairah, sebuah ciuman yang menandakan gencatan senjata sementara di antara mereka.
Sementara itu, di sebuah sudut gelap Lapas Salemba, suasana sangat jauh dari kemewahan kantor Dion. Satria duduk di pojok selnya yang lembap, menatap layar ponsel murah yang ia selundupkan lewat sipir. Di layar itu, terpampang berita kesuksesan peluncuran D-Next milik Dion.
"Nikmatin puncak lo sekarang, Yon. Karena jatuh dari tempat tinggi itu rasanya lebih sakit," gumam Satria sembari menekan nomor telepon seseorang.