HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH
Bagiamana?
Satu jam kemudian, Anran sudah duduk di sebuah kedai mi bersama Kexin. Tempat itu cukup ramai karena waktu makan siang, tetapi mereka berhasil mendapatkan meja di dekat jendela. Aroma kuah kaldu dan bumbu memenuhi udara, sementara suara pelanggan yang mengobrol terdengar dari berbagai arah. Mangkuk mi dingin dengan saus wijen sudah diletakkan di depan mereka, tetapi Anran justru belum benar-benar menyentuh makanannya. Ia memegang sumpit sambil menatap kuah di hadapannya dan mengaduk mi perlahan, tetapi tidak segera memakannya.
Kexin yang sejak tadi memperhatikan sahabatnya akhirnya mengerutkan kening. "Ada apa?"