DIA AYAHKU
Namun harus kutahan sedikit menunggu giliran dari Tante Retno, wanita yang baru saja sah menjadi istrinya.
Ayah meraihku, mengusap lembut rambutku saat kepala ini terkungkung bersujud di paha, mencium tangannya dengan isakan yang menggetarkan bahu dan juga dada. Tak kuasa lagi mengangkat wajah, apalagi menatap matanya.
Ayahku, kini sudah berbahagia dengan istri barunya. Kurasakan sebuah sentuhan lagi menyapa pundakku, kuyakin itu adalah wanita pengganti Ibu, yang selama ini dengan tulus menanti Ayahku.