Cerita Cinta Sang Janda Muda
Di satu sisi aku bangga melihatnya bisa bangkit setinggi ini, tapi di sisi lain aku menyesal karena Gerald tidak bisa merasakan semuanya.
"Kita sudah sampai," ucap supir bus.
"Baiklah, kita sudah sampai. Silakan ikuti saya, turun satu persatu dengan tertib," teriakku sebelum keluar dari bus.
Aroma amis laut langsung menyambut kami. Semua orang langsung menutup hidung.
"Bau apa ini?" tanya Cassandra mengernyitkan dahi.
"Bau laut, ikan, cumi-cumi, kerang dan lain-lain. Sebaiknya kalian segera menyesuaikan diri, karena kita akan cukup lama di sini," teriakku sambil tersenyum.