Pendekar Pedang Naga
"Biar aku yang jadi umpan. Dia pernah hampir menancapkan ekornya padaku. Kali ini, kita pastikan dia tak sempat menghindar."
Kael memejamkan mata sejenak, lalu tersenyum tipis. "Baiklah. Kita mulai saat bayangan itu muncul lagi. Sekali ini, kita yang memburu."
Dan di kejauhan, tanah mulai bergetar pelan. Bayangan merah menjalar dari celah retakan. Kalajengking Merah telah datang. Pertempuran baru akan dimulai—dengan strategi yang lebih tajam, dan tekad yang lebih kuat.