Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut
Pria itu terdiam sejenak, seolah mengumpulkan seluruh kekuatan dan memorinya, lalu mulai bercerita dengan agak terbata-bata, “malam itu saya sedang berjaga. Lalu mereka berdua datang. Mereka minum teh bersama, dan berbicara agak serius. Saya awalnya tak ingin menguping, namun entah mengapa saat itu saya begitu penasaran. Akhirnya saya mencuri dengar dari lubang jendela. Saya tak yakin menangkap pembicaraan semuanya, saya ingat beliau beberapa kali menyebut nama Paduka, kudeta pelan-pelan.. Awalnya saya tak mengerti, namun, ketika mereka berkata, ‘Bayu akan mampu melakukan tugasnya, Paduka Raja tak akan menyangka. Ia telah cukup terpikat dengan bocah itu, tanpa tahu jika Bayu bisa saja menggu
Bab Populer