Niat Jahat Majikanku
Begitu berhasil masuk ke dalam, dia sama sekali tak memberiku waktu untuk beradaptasi, seperti menaiki kuda perang, dia langsung melancarkan serangan, bergerak dengan liar tanpa kendali.
Aku langsung menggigit ujung bajuku, berusaha menahan diri agak tak mengeluarkan suara. Tapi, dia malah dengan sengaja menekanku ke belakang pintu, bergerak dengan tempo yang kuat dan sengaja. Orang yang sudah berpengalaman pasti bisa menebak apa yang sedang terjadi di dalam ruangan ini.
Dia terengah-engah dengan napas berat, sambil mengucapkan kata-kata yang tak pantas didengar. Aku merasa Anya yang berdiri di luar pintu pasti bisa mendengar semuanya dengan jelas.
Hot Chapters