SELIR HATI
Gita kembali menjalani hari-harinya seperti biasa: mengurus taman, menemani tamu kerajaan, dan berpura-pura tidak tahu bahwa nama Lira makin sering disebut oleh orang-orang istana.
Pagi ini, Sari datang tergesa sambil membawa baki teh. “Nyonya, tau engga, tadi saya dengar, Nona Lira diundang makan siang bersama para penasihat. Duduknya di sisi Baginda lohh.”
Gita hanya mengangguk pelan. “Aku sudah menduga itu, Sari.”
“Tidak marah, Nyonya?” tanya Sari pelan, seperti takut memancing sesuatu.
Hot Chapters