Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Jawaban seragam yang ia dapat dari beberapa perusahaan. Arif duduk di sofa sambil membaca koran yang ia beli sore tadi. Sesekali ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya lalu menengok ke arah kamar Devi. Dia hendak mengantar Devi ke bandara segera. Siapa tahu kalau nanti kena macet dijalan. Devi yang tengah bersiap-siap, bersenandung pelan lagu eternal flame milik The Bangles yang digemarinya sejak remaja. Hatinya berbunga-bunga penuh kegembiraan. Rindunya sudah menebal kepada Dedi. "Sudah siap, Dev?" Arif berpaling kepada istrinya yang baru saja melangakah keluar dari kamarnya. Arif meraih tas yang berukuran cukup besar namun tampak sederhana dari tangan Devi. Devi yang berparas ca
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 49 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
DERSIK

DERSIK

Dan untung saja ada kalung ini yang melindunginya. Fia terus melangkah hingga sampailah di titik gua yang paling terdalam. Di sana ada sebuah singgasana dan di duduki oleh wanita cantik. Wanita itu menggunakan pakaian berwarna hijau dan kuning. Wajahnya sangat tak bersahabat dan menatap ke arah Fia dengan sorot mata yang sulit di artikan, antara kosong atau tatapan itu yang terlalu dalam hingga Fia tak bisa membaca emosi dari tatapan itu. Fia diam di tempat dan menatap sosok di depannya dengan raut wajah heran hingga suara sosok wanita di depannya membuyarkan lamunannya.
109.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 338 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
Sang Villainess Yang Disayang

Sang Villainess Yang Disayang

"Suara dari nyanyian duyung ada yang aneh, Nona. Hati-hati." "Hm." Sementara seluruh bangsawan, berdiri terpaku menikmati nyanyian merdu itu dengan tatapan memuja, kenyataan di atas batu karang justru berbanding terbalik. Zayn, sang duyung berambut seputih salju dengan mata sebiru samudra terdalam, sebenarnya sedang dilingkupi amarah yang sangat besar.
10572 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
Pria yang Tiada Duanya

Pria yang Tiada Duanya

gumam Albert bingung. “Benar tuan muda. Anda harus tahu bahwa Elang telah menjadi asisten pribadi nyonya sejak ia mulai kuliah namun nyonya tidak pernah membawanya ke acara-acara publik dan sama sekali tak pernah menyebut namanya kepada siapapun. Nyonya berpesan bahwa Elang adalah senjata rahasia kita jika keluarga Rich bertindak berlebihan ketika nyonya tidak ada,” Kevin menepuk pundak Elang dengan bangga. “Dia sama sekali tak mengecewakan. Ia bergerak dibalik layar untuk melacak anda.” Elang hanya tersenyum sungkan, “Anda terlalu melebih-lebihkan Pak Kevin. Saya hanya mengikuti pembelajaran dari nyonya.”
1.6K viewsOn holdIdinagdag sa Library 46 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
PEDANG TIGA ELEMEN

PEDANG TIGA ELEMEN

Pria itu segera turun dari kuda, lantas berjalan cepat menuju sebuah gua yang letaknya tidak jauh dari mulut laut. Suku siren tinggal di gua yang lembab dan gelap. Mereka biasa berkelompok untuk menyerang musuhnya. Berbeda dengan suku mermaid yang memiliki rupa manusia setengah ikan dan di gambarkan dengan sosok perempuan cantik. Siren memiliki rupa yang seram dan mengerikan. Dia memiliki taring dan mata tombak tajam di tengah ekornya. Tak hanya itu, bangsa Siren pun memiliki sifat yang liar dan buas, juga naluri membunuh yang kejam.
1043.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang siren duyung
Read
+Library
Alfheim - The Blasphemy

Alfheim - The Blasphemy

Ragne memprotes, wajahnya kelihatan pucat ketika membayangkan monster penghuni laut yang cantik tetapi mematikan itu. Siren adalah makhluk penghuni laut yang berwujud rupawan dan sangat cantik. Setengah badan bagian atasnya mirip manusia, tetapi bagian bawahnya serupa ekor bersisik layaknya ikan yang mampu berenang dan menyelam. Mereka senang bernyanyi dan setiap nyanyian Siren selalu terdengar merdu sekaligus memabukkan. Akan tetapi suara mereka mengandung hal magis yang membuat siapa pun yang mendengarnya akan menemui petaka, terutama pada kematian dengan cara direnggut jantungnya.
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 120 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Ratu itu sudah mencengkram pundak Kael, bersiap menancapkan kukunya sebelum, "Sekarang, Anna!" seru Kael. Duyung itu bergerak kilat, menarik rambutnya sendiri hingga putus, melilitnya ke tangan Siren. Rambut duyung—kuat seperti tambang baja—mengikat makhluk itu hingga tak bisa berkutik. Siren itu mendesis sebelum terkesiap tatkala tubuhnya dilumpuhkan ke lantai gue dan mulutnya di sumpal batu, sontak arus yang mengikat tubuh Kael hilang.
101.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 63 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Matanya turun ke bawah, melihat dua kej4nt4n4n Aegir yang sudah tegang sempurna. “Jadi ini… dua batang duyung penguasa laut,” gumam Vania penuh nafsu. Aegir tersipu. “Ya ... Seperti yang terlihat. Aku punya dua… Thalassus dan Siren Kiss. Ini alami bagi keturunan murni Thalassa.” Vania berlutut di depannya. Tangan lentiknya membelai kedua batang itu dengan lembut.
107.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 272 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
DENDAM WANITA PENGHIBUR

DENDAM WANITA PENGHIBUR

belum sempat Niko meneruskan perkataanya, bibir Nadya pun dengan cepat membungkamnya dengan ciuman hangat, membuat pria itu sama sekali tidak bisa berkutik, karean lidah Nadya memasuki mulut Niko dan bergerat dengan sensual memberikan sensasi nikmat yang dirasakan Niko Ramona. “Aku mohon jangan ada tapi Mas, aku juga menginginkan itu,” bisik Nadya sambil mengecup dan menggigit pelan daun telinga Niko. Nada suaranya terdengar begitu gelisah, takut kalau Niko membatalkan semuanya disaat dirinya sudah benar – benar mendambakan Niko memasuki tubuh terkecilnya.
9.61.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang siren duyung
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Dan sejak saat itu, tidak ada lagi kebahagiaan dan cinta yang hangat di rumah ini, sama sekali tidak ada. Edo menyeka air matanya, suara dering ponsel tiba-tiba mengejutkan Edo dengan begitu luar biasa, ia melirik ponsel miliknya, dan nama Arra terpampang di layar ponsel itu. Senyum Edo mengembang, ia menghirup udara banyak-banyak, kemudian meraih ponsel itu dan mengangkat panggilan dari gadis kesayangannya. “Halo ... kenapa, Sayang?” nampak wajahnya sedikit berbinar mendapat telepon dari sosok kesayangannya itu.
9.9265.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.1K Beses bilang siren duyung
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status