Di Ujung Senja
Dan sejak saat itu, tidak ada lagi kebahagiaan dan cinta yang hangat di rumah ini, sama sekali tidak ada.
Edo menyeka air matanya, suara dering ponsel tiba-tiba mengejutkan Edo dengan begitu luar biasa, ia melirik ponsel miliknya, dan nama Arra terpampang di layar ponsel itu. Senyum Edo mengembang, ia menghirup udara banyak-banyak, kemudian meraih ponsel itu dan mengangkat panggilan dari gadis kesayangannya.
“Halo ... kenapa, Sayang?” nampak wajahnya sedikit berbinar mendapat telepon dari sosok kesayangannya itu.