Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

Nick kecewa pada Saharah yang sudah membunuh mereka semua, tentu wanita itu masih terus membela dirinya dengan berteriak di depan Nick. "Benar, aku adalah penyihir. Tapi aku tidak jahat, aku hanya diberikan musibah dengan tubuhku seperti ini, dan aku tidak diterima di manapun termasuk di bumi, jadi apakah mereka harus merendahkan aku seperti kemarin? Itu sangat membuatku marah! Aku puas melihat kematian mereka," katanya dengan angkuh.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as siren's lament
Read
+Library
Istri Tawanan Duke Utara

Istri Tawanan Duke Utara

Lonie melirik ke bawah kaki Sirena yang tak menapak di lantai. Sulur panjang dari kabut hitam mulai melilit pergelangan kedua kaki Sirena sampai ke pundak, mengikatnya dengan mantra yang menyisakan teriakan putus asa. “Apa yang akan kau lakukan?” Hantu Sirena marah. Dia tersiksa. Namun karena tak pandai menyuarakan rasa sakitnya, dia hanya menahan sakit itu dengan menggigit giginya. Lonie tersenyum. “Gantikan aku. Sehari saja. Lakukan apa pun yang kau mau. Aku harus pergi ke suatu tempat untuk memperbaiki sesuatu.”
105.4K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as siren's lament
Read
+Library
Elegi Syila

Elegi Syila

Ia mencari sesuatu di kedua iris coklat itu yang menurutnya sangat indah melebihi kuntum mawar yang merekah sempurna sekali pun. "Kamu pasti akan tahu dengan sendirinya," ucap Alfa misterius. "Liontin kamu bagus." Alfa mengalihkan pandangannya pada leher Syila. Syila menunduk. Menggenggam liontin berbentuk bulan sabit dan bintang yang tergantung di lehernya. Ia tersenyum penuh arti. Alfa menangkap senyum itu dan itu sangat mengusiknya.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as siren's lament
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 1

Ksatria Pengembara Season 1

Seiring dengan itu suara musikpun berhenti. Ratusan wanita yang ada dikapal Lilith dan Abby tampak langsung menjura hormat pada sosok yang baru saja muncul dianjungan kapal yang baru saja datang tersebut. Wanita yang tampak begitu dihormati ini tampak mengenakan pakaian seorang bangsawan, hanya saja pakaian putih yang dikenakannya terlihat begitu transparan, hanya dibagian bawah dan bagian dadanya saja yang tampak ditutupi oleh kain tipis dibagian dalamnya hingga tak terlihat, sedangkan bagian tubuhnya yang lain tampak terlihat jelas dibalik pakaian putih transparan yang dikenakannya. Selain berwajah cantik menggoda, yang paling memukau dari sosok wanita ini adalah kedua bukit kembarnya yang
9.9399.6K viewsCompletedAdded to Library 16.0K Times as siren's lament
Show Reviews (69)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡🫡
Read All Reviews
2'20

2'20

'Kisah seorang putri 'Yang telah patah hati 'Lalu bunuh diri 'Tenggelam di telaga sunyi 'Bersama cinta yang murni' Hanya suaranya yang bisa meredam berbagai keributan di permukaan, hanya suaranya yang bisa membuat para siren lain kembali jinak dan turun ke dalam telaga, kembali menyembunyikan diri. Hanya dia, yang bisa mengendalikan suasan di kota yang sudah mati itu. 'Di kala sang bulan purnama
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 453 Times as siren's lament
Read
+Library
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

Siren itu berteriak, kemudian mulai membuka mulutnya untuk meluncurkan beberapa nyanyian sihir. ““Pueri … Pueri … mei … Dormiunt ….” Tauriel tersenyum, kemudian mengambil napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Ketika melodi indah nan merdu tersebut terbang mendekatinya, tubuhnya merespon mengeluarkan semilir angin lembut layaknya mengusir melodi-melodi tersebut. Siren tersebut berdecih sebal, dan terus memperkeras suaranya. “Pueri … Pueri … mei … Dormiunt ….”
109.3K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as siren's lament
Read
+Library
Alfheim - The Blasphemy

Alfheim - The Blasphemy

Ragne memprotes, wajahnya kelihatan pucat ketika membayangkan monster penghuni laut yang cantik tetapi mematikan itu. Siren adalah makhluk penghuni laut yang berwujud rupawan dan sangat cantik. Setengah badan bagian atasnya mirip manusia, tetapi bagian bawahnya serupa ekor bersisik layaknya ikan yang mampu berenang dan menyelam. Mereka senang bernyanyi dan setiap nyanyian Siren selalu terdengar merdu sekaligus memabukkan. Akan tetapi suara mereka mengandung hal magis yang membuat siapa pun yang mendengarnya akan menemui petaka, terutama pada kematian dengan cara direnggut jantungnya.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as siren's lament
Read
+Library
Usai Bangun dari Koma

Usai Bangun dari Koma

Telapak tangannya terhempas ke permukaan jembatan yang penuh dengan serpihan kaca, membuatnya berdarah hebat. "Aku akan menghancurkan perusahaanmu untuk kedua kalinya, Dipta! Dan kali ini aku pastikan, kau takkan bisa bangkit lagi selamanya!" teriak Siren dengan penuh dendam sebelum akhirnya melarikan diri ke arah hutan kecil di balik jembatan.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as siren's lament
Read
+Library
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.1K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as siren's lament
Read
+Library
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

seru salah satu siren di sana memprovokasi para siren yang lainnya. Para siren mengangguk, kembali mengeluarkan suara nyanyian mereka dengan lantang. Kalung di leher mereka bercahaya-mengeluarkan cahaya merah. Menandakan bahwa kini nyanyian mereka berada di tahap tertinggi, di mana seluruh kaum mermaid dan mermain perlahan satu persatu terhempas karena gelombang suara para siren yang tidak berhasil mereka tandingi.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as siren's lament
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status