Sketsa Hujan
Elang menghentikan petikannya sejenak, lalu tersenyum tipis.
"Lagu itu... indah sekali, Lang," bisik Ghea. Matanya menatap Elang dengan binar yang tak bisa disembunyikan lagi. "Liriknya sangat dalam. Tentang siapa?"
Hanin, yang kebetulan sedang berada di samping barak, menajamkan pendengarannya. Ia tahu betul baris lirik yang baru saja dinyanyikan Elang adalah kutipan puisi Aksara. Ia bersiap mendengar Elang menyebut nama sahabatnya itu.