Rotate
“Berhenti menatapku seperti itu! Ah, menyebalkan”
Walaupun dengan nada tinggi, aku tahu Six hanya berusaha terlihat tegar. Ia menutupi wajahnya dengan siku tanganya, berusaha mengusap kesedihanya.
Aku berdiri dari tempatku, “Kita bisa lanjutkan besok, beristirahatlah Six. Sampai jumpa besok” kataku melangkah pergi. Six butuh waktu sendiri. 2 tahun Bersama dengan orang itu bukanlah waktu yang sebentar, apalagi begitu kematianya, ia harus masuk ke neraka seperti ini. Betapa tragis nasib buruknya yang datang secara berturut turut.
Hot Chapters