Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sepuluh Pesawat Kertas

Sepuluh Pesawat Kertas

Tertawa dan bahagia. Lalu Ailis mengeluarkan buku dari tas punggung berukuran kecilnya dan memberikan pada Ares. “Ini, coba buat! Mungkin dengan itu, bakal sedikit ngehibur kamu.” Dan reaksi Ares sangat mengejutkan. Senyumnya mengembang dengan ekspresi minta ditampar—mengejek. “Cie ... makasih, ya, udah perhatian.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Let's walk together, holding our hearts firmly toward the future. Yours truly, Arina Aku termenung memperhatikan tulisanku. Ku pikir aku sudah berupaya untuk sesederhana mungkin, ternyata hasilnya masih terdengar bersakarin. Aku berupaya menahan tawa, tapi masih terkikik juga. Lantas aku mencari kardus untuk memasukkan hadiah untuk Andre. Ketemu! Eh, tunggu! Aku mengambil sesuatu yang aku simpan di buku sketsaku. Ah, ini layak juga diberikan padaku. Aku memandanginya beberapa saat, sampai wajahku merona sendiri.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 499 Times as sketsa / buku
Show Reviews (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Read All Reviews
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

"Aksa, tim pengabdian di Timur sedang buka donasi buku besar-besaran buat peresmian perpustakaan desa bulan depan. Kampanyenya masuk ke portal alumni." Aksara terdiam sejenak. Ia menatap tumpukan buku di raknya, lalu matanya beralih pada sebuah kanvas besar yang ditutupi kain hitam di sudut ruangan. Lukisan 'Sketsa Hujan dan Jejak Kehilangan'. Lukisan yang lahir dari air mata dan penantian konyol selama sepuluh bulan terakhir. "Aku punya banyak buku yang bagus untuk mereka, Nan. Dan aku mau mendonasikan satu hal lagi," ucap Aksara tenang, suaranya terdengar sangat lelah namun pasti.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Karena penasaran, Svaha mendekati Arkana sambil menyeret sebuah troli bayi kotor—miliknya dulu. “Kamu ingat buku ini?” Svaha memincingkan mata sambil mengingat-ingat. Buku itu berwarna hitam, berukuran A4 dan cukup tebal. Baunya seperti kombucha. “Buku sketsaku?” “Ini kitab perjanjian kita!” Arkana menjawab dengan semangat menyala. “Tapi isinya hanya sketsa buatanku. Waktu aku suka menggambar. Dan kita tidak membuat perjanjian sewaktu kecil. Kita hanya anak ingusan yang hobi bikin onar. Kita tidak sejenius itu.”
109.8K viewsCompletedAdded to Library 373 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Suami Warisan

Suami Warisan

Narendra mengedipkan matanya, Rengganis baru menyadari kalau Narendra mempunyai lesung pipi saat dia tersenyum lebar. Rengganis menaruh buku sketsa di atas meja, di sisinya seakan benda itu berharga. Perilakunya yang tidak biasa tertangkap oleh mata Narendra yang jeli. Lelaki itu bertanya dengan nada kasual, “Buku apa itu?” “Oh, ini buku sketsa-ku. Tempat aku menuangkan semua ide, inspirasi, draft dan sketsa.” Narendra duduk di hadapan Rengganis dan mengangguk-angguk, matanya melirik buku bersampul kulit itu dengan penasaran “Apa pekerjaanmu, Nyai?”
10157.9K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as sketsa / buku
Show Reviews (58)
Read
+Library
Kikiw
Baru tau cerita ini kemarin pas lg sale 70%. Asli! nyesel banget pagi ini krn gk langsung buka semua bab pdhl ada koin! gara2 ketiduran pas baca semalem ... But, semoga bisa ngelarin cerita si Akang, karena emang sekeren itu ceritanya meskipun belum ada 20 bab yg kubaca!
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Read All Reviews
Ternyata Kamu Tempat Pulang

Ternyata Kamu Tempat Pulang

"Sorry, telat. Gue ada perlu dulu tadi." Ia meletakkan bukunya di meja. Sebuah sketsa separuh terbuka menunjukkan potret seorang perempuan paruh baya berwajah Asia. Kirana tanpa sadar memperhatikannya. Ada sesuatu yang lembut dan penuh kerinduan dalam goresan itu. Louis menyadarinya dan cepat menutup buku. "Cuma latihan aja," katanya singkat.
881 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Selanjutnya, dia meraih buku sketsa serta kotak pensil warna yang merupakan kado dari Reon. Lampu nakas menyala hangat dengan memantulkan cahaya kekuningan di dinding krem. Ellena kemudian duduk bersandar di sisi kasur dengan lutut ditekuk di depan dada sambil meletakkan buku sketsa di atasnya. Sampul buku sketsa itu tebal, warna biru muda, teksturnya seperti kulit asli. Saat dibuka, kertasnya halus dan berat—bukan kertas biasa. Jenis yang membuat orang takut salah coret.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

(Pembohong yang buruk) Zaara terus berlatih melukis setiap hari. Namun kali ini dia hanya menggambar sketsa dalam sebuah buku sketsa berbahan kertas manila, berukuran kertas A4. Ada banyak goresan yang sengaja dia tinggal dalam kertas tersebut, dengan tujuan dia bisa merasakan tekstur kertas yang tergores, membuatnya mudah dalam membuat goresan yang tak putus untuk menunjukan sebuah sketsa gambar dalam ingatannya.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as sketsa / buku
Read
+Library
Mencuri Hati Tuan Hamish

Mencuri Hati Tuan Hamish

Kalea masih di sana dengan meja penuh kertas dan alat gambarnya. Di lantai, gulungan kertas bekas berisi sketsa-sketsa gagal berserakan. Sedang di kaki meja, buku-buku bertumpuk tak beraturan. Gadis itu tengah bekerja keras. Setelah membaca beberapa buku tentang illustrasi mode juga konstruksi busana pemberian Bobby, ia lanjut membuat sketsa untuk dikirim lomba di Lunare esok hari. Matanya sudah pedih, tanganya sudah pegal, tetapi tekad dalam dada masih menyala terang. Ia ingin menyelesaikan desain itu malam ini.
10156.9K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as sketsa / buku
Show Reviews (61)
Read
+Library
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Klan Qing
Izin promos ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status