BERCINTA DENGAN HANTU
“Sudah sampai Hum ... “ ujar Darto lembut, dia sedikit menoleh kebelakang, dilihatnya Ninik masih menyenderkan miring kepalanya di pundak belakangnya, terlihat sangat nyaman dan tumuknina,
“Hm, iya Bi ... “ Ninik segera melepas pelukannya lalu turun dari boncengan,
Darto segera memarkir motornya, setelahnya mereka berdua masuk, asap dari panggangan sate memenuhi area lapak, bau khas sate menyapa hidung, Ninik menjadi sangat lapar, secara ini kan sudah lewat waktu makan malam,
Di hadapannya kini adalah lapak dengan tenda dan berdinding kain dan baner bertuliskan SATE DAN GULAI KAMBING KHAS MADURA
Hot Chapters