WITHERED
Dipandanginya wajahku beberapa lama, sementara aku tetap diam membiarkan Muray berpuas diri sampai senyumnya, terlihat mengembang meski sorot matanya menghadirkan rasa yang membuatku meremas tanganku sendiri.
"I am ok," ucapku membuat Muray mengangguk.
"Tentu saja kau baik-baik saja, apa kau tak pernah tidak baik?" Nada suaranya yang mengandung sarkasme ini hanya kujawab senyuman tipis, begitu tipis sampai rasanya bibirku tidak bergerak.
"Seharusnya aku bisa melihat sikapmu yang aneh setiap kali, Mira. Aku adalah orang yang paling dekat denganmu."
Bab Populer