Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Seneng banget, Ayah! Tante Nina masak enak. Om Irvan bacain buku buat Biru. Biru mau main lagi sama Tante Nina dan Om Irvan!”
Rendra mengecup puncak kepalanya. “Iya … Nanti, ya. Nanti Ayah Ibu ajak main ke sana lagi.”
Dara datang dengan nampan berisi nasi goreng, telur mata sapi, dan jus jeruk. “Ayah, Biru, kita sarapan dulu, yuk.”
Mereka makan bertiga, seperti biasa. Namun ada kehangatan yang berbeda. Kenangan dari malam sebelumnya, dan kebahagiaan dari pagi yang baru.