Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Muda

Tuan Muda

Tuan Muda Bab37 Wiliam Alexander bersama Afkar Savire dan beberapa team keamanan lainnya ikut berkunjung ke pusat perbelanjaan terbesar di kota Monarki. "Gedung ini sudah menghasilkan pemasukan tertinggi setiap bulannya," seru Afkar Savire. Mereka terus berjalan menyusuri gedung. "Dasar Manager bodoh! Seharusnya kamu bisa memilih pelayan terbaik untuk toko ini. Bagaimana mungkin, orang seperti dia menjadi bagian dari toko barang branded ini."
8.6504.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.6K kali sebagai snack biru muda
Tampilkan Ulasan (111)
Baca
+Pustaka
Chaken Israel Tatipikalawan
sangat seru ceritanya tapi kenap tidak berlanjut dan harus bersambung..kenao certia lain bisa ditulis dangan bab yang lengkap..ayo semangat biar bisa lanjut cerita ini..ceritanya sangat bagus dan dan lebih baik dari cerita yang sudah saya baca di good novel ini...saya mohon untuk bisa berlanjut lagi
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Tuan Muda Diningrat

Tuan Muda Diningrat

“Tapi kalo kamu merasa nggak nyaman, aku akan panggil kamu Ziana aja,” “Nggak apa-apa Arka. Zian juga nggak terlalu buruk,” “Itu apa?” tanya Arka menunjuk kotak bekal berwarna biru dengan gambar beruang yang ada di samping tubuhnya. Kotak itu masih utuh. Tidak seperti kotak bekal miliknya yang sudah tinggal sedikit lagi. Ziana menghela nafas lagi, itu kotak bekal yang selalu disiapkannya untuk Zen. Siapa tahu nanti Zen berubah pikiran sewaktu-waktu dan meminta jatah makan siangnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

“Ha-ha-ha!” Tawa pun meledak di antara mereka. Tak lama kemudian, keenamnya menikmati makan siang ringan berupa sandwich, buah-buahan segar, dan jus dingin yang disiapkan oleh staf vila. Sambil bersantai di teras belakang, mereka duduk di bean bag warna-warni, memandang laut sambil ngobrol santai. Arnold menatap jam tangannya.
10972 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Sop buntut, ayam bakar madu, tumis kangkung, sambal terasi, dan es kelapa muda. "Wah, banyak banget, Ma," komentarku saat duduk di kursi makan. "Iya dong. Mama kan mau sambut Kiara. Lagian, kamu juga harus banyak makan biar cepet sembuh." Mama Jessica tersenyum lebar, tapi ada sesuatu di balik senyumnya yang membuatku was-was. Kiara duduk di seberangku, sementara Mama Jessica duduk di sampingku dengan jarak yang sangat dekat.
9.8117.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
OH DUDA

OH DUDA

Pria itu bahkan hampir menghabiskan makanannya. "Itu hape aku, kan? Di mana sekarang? Sini, kembalikan," pinta Sakina. Namun, tidak ada jawaban dari Biru. "Mas Biru ... mana?" Alih-alih menjawab, Biru malah meneguk minumannya hingga tersisa setengah. Sejenak ia tersenyum lalu mendongak. "Katanya, kalau lagi makan jangan banyak omong. Lo malah banyak nanya dan menuntut gue menjawab. Gimana, sih?"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Hydrangea biru bertumpuk di dalam keranjang rotan, lili putih disusun rapi di dalam ember air, sementara mawar dengan berbagai warna memenuhi sudut-sudut lapak seperti percikan warna di tengah pagi yang pucat. Alira langsung bergerak lebih cepat. “Di sana,” katanya pelan, menunjuk salah satu pedagang yang baru saja membuka peti kayu panjang. Evelune mengikuti arah pandangannya. Di dalam peti itu tampak beberapa tangkai peony besar yang masih setengah tertutup, kelopaknya padat dan segar. “Kita beruntung,” gumam Alira. Mereka mendekat sebelum kerumunan pembeli lain menyadarinya.
10622 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan

Bukan Perawan

Jingga menjawab pertanyaan mama agar mama tenang. “Oooh … makanan kesukaan Biru apa? Kamu udah tanya-tanya belum? Mama bingung masakin apa.” Raut wajah mama menuntut jawaban. “Tuh ‘kan … perhatian banget sih.” Jingga menggerutu di dalam hati. “Biru suka iga garang asem terus minumnya es cendol, Ma.” Rupanya Jingga mendengar semua celotehan Biru di mobil.
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

"Oh, maaf sayang. Kamu kan nggak suka makanan manis kayak gini," ucap Biru seraya kembali meletakkan sendok dan menggeser kue yang katanya buatan Anggia itu. Tau saja Biru, kalau aku nggak suka makanan manis. Paling tidak dia telah menyelamatkan aku dari makanan yang entah sudah di beri tambahan apa aku nggak tau. Seperti di film-film yang mungkin di kasih obat pe*****ang sih enak, bisa ngerasin ena-ena lah kalau di kasih obat mematikan agar semua warisan papa jatuh di tangan Anggia dan Tante Ayuni bisa logout nggak bisa login lagi, begitulah pemikiran ku.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
My Crazy Richie

My Crazy Richie

Belum juga menghalau Segara, kini giliran Biru yang menarik tangannya, alhasil empat kotak makan kosong yang dia bawa jatuh ke lantai. “Biru! Segara! Kasihan onty Kiminya baru pulang.” Mina mendekat lalu membungkuk memungut kotak-kotak itu. “Banyak banget kotak makanmu, emang Mami masak apa tadi?” Mina berjalan masuk dan meletakkan kotak itu di meja makan di mana Sara dan Faraj sedang duduk mengobrol di sana. “Itu bukan koperwere Mami.” Sara menatap wadah makan yang diletakkan Mina, menyebutkan merek sebuah produk wadah makanan dan minuman yang dulunya sangat digilai Sara sampai mengoleksinya beberapa.
1079.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

Tanya Nila sedikit berharap kalau laki-laki disebelahnya menggeleng – dan, untungnya Biru beneran menggeleng. “Gak usah, kita makan aja.” Nila udah tersenyum tapi tetap penasaran kenapa Biru tiba-tiba ngajak makan. “Kenapa?” “Hari ini saya mau bikin kamu senang.” Nila langsung tersenyum, “Sadar gak kalau pas sama kamu aku selalu senang?”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai snack biru muda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status