Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

### Teaser One More Time #4-Korban Bencana Patah Hati (2) “Lompat aja, gih.” Suara mengejek dan terkesan datar itu menginterupsi jalan pikiran Fian. Dia menoleh cepat dan menemukan sosok Eriska di sampingnya. Gadis itu menaruh kedua tangannya di atas pembatas atap gedung dan menatap hamparan langit di depannya. Dibiarkannya rambut panjangnya dimainkan oleh angin yang berhembus lumayan kencang. Langit nampak mulai mendung. Mungkin, sebentar lagi hujan akan turun.
6.6K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as somewhere else
Read
+Library
ALASKA

ALASKA

tukas Alaska Dan sontak keheningan melanda . ______
104.2K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as somewhere else
Read
+Library
Another day

Another day

Rio💌 "Puas? Entah apa alasanmu melakukan ini tapi, jangan hubungi aku lagi, ah kau benar-benar mengganggu liburanku." "Ah anak itu terlalu banyak bicara. Hah? Apa ini? Jalan Cempaka? Tapi disini tertulis jalan matahari, 2 area ini bahkan berjarak jauh satu sama lain. Asshh sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa kedua alamat ini berbeda?" *Bersambung*
102.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as somewhere else
Read
+Library
Without You

Without You

"Kenapa lama angkatnya, A? Aa baru bangun tidur?" "Hm." "Aa di mana sekarang?" "Hotel." "Loh kok? Bukannya kemarin Aa bilang mau pulang ada kerjaan? Kok sekarang di hotel?" "Aa langsung ke luar kota." "Aa sebenarnya ke mana? Jawab jujur! Gue tahu Aa pasti gak baik-baik aja."
2.5K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as somewhere else
Read
+Library
Unforgettable

Unforgettable

pikir Anna sambil memikirkan ide lain. “Ada tempat lain yang mau kau kunjungi?” tanya Brandon sambil menatap Anna dalam-dalam. Anna membuang mukanya, tak ingin menatap pria itu. Matanya kini tertuju pada toko emas yang berada tepat di sebelah Warung Padang tempat mereka makan. “Tempat apapun itu?” tanya Anna. “Iyaaa,”
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as somewhere else
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

Kebetulan macam apa ini? Haru mencoba menghubungi kembali nomor ponsel ‘teman serumah’ itu namun tidak bisa. Suara di seberang sana memberitahu jika nomor telepon yang sedang di tuju tengah berada di panggilan lain. Haru masih melihat ponsel itu dan merasa sedikit penasaran, dia menekan ikon galeri pada ponsel itu dan di sana sangat banyak foto selfie. Haru membuka satu persatu foto itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as somewhere else
Read
+Library
The Other side (Indonesia)

The Other side (Indonesia)

Part 10 Selama lebih dari 1 bulan, Camelia berusaha mencari keberadaan Serena diam-diam. Ia tidak ingin ketahuan oleh Al. Hingga akhirnya ia menemukan titik terang dari pencariannya. Serena berhasil ditemukan di pelabuhan Long Beach, kondisinya sudah begitu mengenaskan. Walau Camelia hanya bisa melihatnya lewat siaran televisi, namun itu sudah cukup untuknya.
1025.1K viewsCompletedAdded to Library 752 Times as somewhere else
Read
+Library
Safe Haven

Safe Haven

Valen hanya ingin ada seseorang yang untuk sekali saja, bertahan menemaninya. Lamunan Valen terganggu saat ponselnya berdering menandakan ada telepon masuk, Valen menoleh ke arah ponselnya yang terletak di meja dan memandangnya dengan heran. Sepertinya ini masih terlalu pagi untuk seseorang menelponnya, Valen lalu dengan enggan memutar tubuhnya agar mendekat ke meja tempat ponselnya berada. Valen pun mengangkat telepon tersebut dan suara yang familiar terdengar dari seberang telepon.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as somewhere else
Read
+Library
Another Eye

Another Eye

-0- Dalam perjalanan, Edrich menyandar sembari memejamkan mata. Gemerisik dedaunan yang tertiup angin mengantarkan suasana menenangkan yang memupuk rasa kantuknya. Pedesaan dimana ia berada merupakan salah satu tempat tersejuk yang berada di wilayah Terrant, tak ayal banyak dari kalangan pengembara memilih untuk menetap disini termasuk dirinya. Gerald sendiri tengah memacu kuda sembari memperhatikan sisi jalan, menggulirkan bola mata abu-abunya ke hamparan pertanian warga yang berkilau tertimpa sinar mentari pagi. Edrich melirik Gerald, tangan kanannya yang terbungkus dengan kain sedikit membuatnya penasaran.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as somewhere else
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status