Sentuhan Adik Sahabatku
sapa Birru, berusaha terdengar ringan.
“Ya, Birru!” Suara di seberang terdengar hangat, seolah tak ada jarak bertahun-tahun di antara mereka.
“Lo apa kabar?” Birru menyandarkan punggungnya lagi. “Gue sekarang di Jakarta.”
“Hah? Serius?”
“Iya. Udah beberapa bulan.”
“Gila, kenapa lo nggak kabarin gue?” protes Kelvin.
Birru tersenyum miring, menatap susu yang hampir habis. “Maaf. Gue kebanyakan ngurus perusahaan Bokap.”